
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengkritik arah pembangunan negara yang dinilai berjalan tanpa tujuan jangka panjang yang jelas.
Kritik tajam tersebut ia sampaikan saat menghadiri pengukuhan gelar profesor emeritus di Universitas Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (2/5/2026).
“China berhasil maju karena serius membangun karakter bangsa, sementara Indonesia kini seperti poco-poco, enggak ada deh, pokoknya mau-maunya sendiri,” kata Megawati.
Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut membandingkan kondisi di dalam negeri dengan kemajuan pesat yang dicapai oleh Tiongkok.
Negara tirai bambu itu dinilainya memiliki visi pemerintahan yang jauh lebih matang karena telah menyusun rancangan pembangunan hingga dua abad ke depan.
“Jadi, China sudah punya rencana untuk dua ratus tahun ke depan, lah mbok kita tuh mikir toh ya, orang pintar untuk apa,” ujar Megawati.
Ketiadaan cetak biru peradaban bangsa itu turut tercermin dari mandeknya proses revisi rancangan undang-undang pemilihan umum di kursi parlemen.
Ketidakpastian arah regulasi strategis yang berpotensi diambil alih oleh pihak pemerintah tersebut semakin membuktikan bahwa tata kelola negara masih berjalan secara acak.
“Revisi rancangan undang-undang pemilu yang mandek di DPR dan berpotensi diambil alih pemerintah ini makin menunjukkan kondisi negara kita yang berjalan poco-poco,” tegas Megawati.
Laporan: Severinus | Editor: Michael