Pemuda Dayak: Siapa Pun Presiden Terpilih, Harus Ada Menteri dari Orang Asli Kalimantan

pranusa.id February 25, 2024

FOTO: Ketua Bidang Kaderisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat, Srilinus Lino.

Penulis: Jessica C. Ivanny | Editor: Bagas R.

PRANUSA.ID — Ketua Bidang Kaderisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat, Srilinus Lino, menegaskan pentingnya representasi orang asli Kalimantan sebagai pembantu presiden dalam kabinet pemerintahan baru.

Ia menilai pemilihan orang asli Kalimantan sebagai menteri perlu dilakukan tidak peduli siapa yang akan menjadi pemenang pemilihan presiden (pilpres) 2024.

“Siapa pun Presiden RI terpilih, harus ada menteri dari orang asli Kalimantan,” kata Lino kepada PRANUSA.ID, Minggu (25/2/2024).

Menurutnya, ada banyak orang asli Kalimantan yang memiliki kompetensi dan integritas untuk mengisi jabatan sebagai seorang menteri. Di antaranya ada Lasarus, Adrianus Sidot, Teras Narang, dan masih banyak lainnya.

Lino kemudian menyinggung sosok Alue Dohong yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Kabinet Indonesia Maju pada 25 Oktober 2019 lalu.

Alue Dohong, kata Lino, adalah masyarakat Dayak pertama yang ditunjuk Presiden untuk menjadi wakil menteri mendampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

“Seingat saya, belum ada sebelumnya menteri atau wakil menteri yang berasal dari suku Dayak. Tentu saja, penunjukan Alue Dohong saat itu membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Dayak dan masyarakat asli Kalimantan,” tutur Lino.

Lino meyakini adanya pengisian jabatan menteri dari orang asli Kalimantan pada kabinet pemerintahan baru 2024-2029 akan meningkatkan keterlibatan peran masyarakat Kalimantan dalam perumusan dan implementasi kebijakan oleh pemerintah.

“Apalagi, IKN akan pindah ke Kalimantan. Di sisi lain, harapannya juga semoga suara dan aspirasi rakyat Kalimantan dapat lebih tersampaikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah,” tandas Lino.

Untuk diketahui, hingga Kamis (22/2/2024) pukul 17:10 WIB, hasil real count telah tertampung masuk ke KPU per pukul 17.00 WIB sebesar 74,94% dari 823.236 data Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Prabowo-Gibran tercatat mengumpulkan 64.763.728 suara atau 58,91%. Anies-Cak Imin sebanyak 26.480.088 atau 24,09%, sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 18.685.929 atau 17%. Suara Prabowo-Gibran sementara unggul dari dua pasangan calon lain. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…