Penjelasan Ketua FPI Batang Kuis Terkait Ribut Penutupan di Warung Tuak

pranusa.id May 1, 2020

PRANUSA.ID- Insiden keributan di warung tuak di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (28/4) terus menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Ketua FPI Batang Kuis Iskandar Ansor mengatakan, sebelumnya dia sudah sempat meminta kepada Camat dan dusun setempat agar menutup warung tuak tersebut karena dianggap meresahkan masyarakat selama Bulan Ramadhan. Namun permintaan tersebut tidak direspons dengan segera.

“Jadi akhir bulan 3 (Maret) sebelum Ramadhan saya sudah koordinasi dengan Pak Camat sama kawan-kawan, ada hal yang perlu disampaikan. Tanggapan Pak Camat, akan berkoordinasi dengan Polsek, katanya,” terang Iskandar, Kamis (30/4/2020).

Karena tidak kunjung ditutup, 10 hari kemudian, pihaknya kembali mengingatkan camat, untuk menutup warung tuak.

“Mungkin kebetulan sibuk dengan COVID-19, entah lupa atau apa, saya ingatkan lagi pas sudah dekat Ramadhan, 10 hari sebelum Ramadhan saya ingatkan lagi. ‘Pak, warung tuak itu masih buka, Pak Camat’, ‘Waduh saya kekurangan personel, tolong dibantu ingatkan pak’ (kata Camat), Insyaallah saya bantu ingatkan,” kata Iskandar

Selanjutnya karena warung tuak tak kunjung ditutup, pada Sabtu (25/4), FPI meminta kepala dusun agar menutup warung tuak itu. Kemudian pada Senin (26/8) kepala dusun menyurati warung tuak dan meminta agar tempat itu tutup selama Ramadhan.

“Selanjutnya sebelum satu hari keributan terjadi, utusan pemilik warung tuak datang ke rumah saya, memohon agar warung tidak ditutup, kemudian saya bilang, tidak bulan Ramadhan saja haram, apalagi bulan Ramadhan,” ujar Iskandar.

Dia pun menjelaskan bahwa tidak ada larangan apabila yang dijual warung tersebut seperti teh manis dan kopi.

Menurut Iskandar, karena warung tuak tak kunjung ditutup, akhirnya warga yang merasa resah melakukan penutupan dan terjadi keributan yang videonya viral di media sosial.

Atas keributan yang terjadi, Iskandar lantas meminta maaf. Dia mengatakan permintaan maaf itu sudah disampaikan secara lisan dan tulisan.

“Saya minta maaf, benar, secara lisan dan tulisan saya minta maaf atas keributan itu. Tapi kalau atas penutupan warung tuak itu saya tidak mau. Memang itu harus tutup,” jelas Iskandar.

(Kris)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Anggaran Daerah, Pengumuman Resmi Menunggu Restu Kepala Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah pusat telah selesai menghitung kebutuhan tambahan…
Pemerintah Integrasikan Program MBG dan Koperasi Desa untuk Bangun Ekosistem Pangan dari Tingkat Akar Rumput
BLORA, PRANUSA.ID — Pemerintah terus mematangkan langkah integrasi antara Program…
Hadirkan Dandhy Laksono di Perayaan HUT ke-42, GKJ Condong Catur Gelar Diskusi Publik “Reset Indonesia”
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Gereja Kristen Jawa (GKJ) Condong Catur menyelenggarakan…
Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Kenaikan Tukin Juga Sasar Guru, Dosen, dan Nakes di Wilayah 3T
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan…
Tegaskan Komitmen Politik Nonblok, Prabowo: Indonesia Ingin Jadi Tetangga yang Baik bagi Semua Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan…