PKS Tegaskan Tidak Terkait Polemik Edy Mulyadi soal IKN dan Kalimantan

pranusa.id January 24, 2022

Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS): Tirto.ID

PRANUSA.ID — Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Mabruri menegaskan bahwa pernyataan Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan itu tidak ada kaitannya dengan PKS.

Klarifikasi tersebut disampaikannya menanggapi Edy Mulyadi yang disebut sebagai calon legislatif (caleg) PKS dalam video yang beredar dan viral di media sosial.

“Edy Mulyadi memang pernah menjadi caleg PKS, namun setelah proses pemilu usai hingga kini yang bersangkutan tidak aktif di struktur level manapun dan bukan pejabat struktur PKS,” kata Ahmad Mabruri dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (23/1).

Ahmad Mabruri menegaskan sikap resmi PKS disampaikan oleh Juru Bicara Resmi DPP PKS dan juga anggota Fraksi PKS DPR RI sesuai dengan tupoksi dan bidang.

“Sikap resmi PKS bisa dilihat secara utuh di website dan media sosial resmi PKS,” ujarnya.

Video Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan saat mengkritik rencana pemindahan ibu kota negara menjadi polemik. Dalam video yang viral di media sosial itu Edy Mulyadi menyebutkan “Kalimantan Tempat Jin Buang Anak”.

Video yang beredar dan viral di media sosial tersebut bermula diunggah oleh akun @info_etam pada Minggu (23/1/2022).

“Bisa memahami gak, ini ada tempat elit punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendiria lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” kata Edy dikutip PranusaID dalam tayangan video tersebut.

Edy mengatakan pasar di Kalimantan ialah pasarnya kuntilanak dan genderuwo. Untuk itu, ia menilai orang-orang tidak akan mau membangun di Kalimantan.

“Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak genderuwo ngapain gua bangun di sana,” ujar Edy.

Lebih lanjut, ia secara terang-terangan juga menyebut jika seseorang tinggal di Gunung Sari, Jakarta tidak akan mau pindah ke Penajam, Kalimantan Timur dan beli rumah di sana untuk pindah ke Ibu Kota Baru.

Sontak video pendek tersebut mendapatkan respons negatif dari para netizen tanah air. Para netizen beramai-ramai mengecam tindakan Edy Mulyadi yang diduga menghina Kalimantan.

Meski begitu, Edy Mulyadi kini sudah menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa pernyataannya soal “Kalimantan tempat jin buang anak” hanyalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tempat yang jauh dan terpencil.

“‘Tempat jin buang anak’ itu hanya istilah untuk menggambarkan tempat yang jauh, terpencil,” kata Edy dalam klarifikasinya, seperti dikutip PranusaID dari Kompas TV, Senin (24/1/2022)

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26