Prabowo: Bangsa yang Elitenya Tak Kompak Sulit Menjadi Negara Maju

pranusa.id June 30, 2026

FOTO: Prabowo Subianto

JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan, kesatuan, dan kerja sama antarelite bangsa sebagai kunci utama agar negara mampu mencapai kemajuan.

Menurutnya, sebuah bangsa yang para pemimpinnya mampu bekerja sama dengan baik akan jauh lebih mudah dalam mewujudkan potensi yang dimilikinya.

Pesan kebangsaan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Acara yang dirangkai dengan Sarasehan Kebangsaan bertajuk Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia itu digelar di Jakarta Convention Center pada hari Jumat (26/6/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh sekitar 2.600 rektor, dekan, hingga dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Di hadapan para guru besar dan akademisi, Prabowo menyatakan bahwa perbedaan latar belakang, suku, agama, maupun pandangan politik merupakan suatu hal yang wajar.

Namun, ia menilai bahwa seluruh elemen bangsa harus tetap mampu menemukan titik persamaan demi mencapai sebuah tujuan bersama.

“Bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit”, jelas Prabowo.

Ia memandang bahwa pandangan tersebut didasarkan pada pelajaran sejarah tentang bangsa-bangsa yang elitenya terjebak dalam perpecahan akan sangat sulit untuk berkembang.

“Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya”, tegasnya.

Presiden lantas mencontohkan berbagai konflik berkepanjangan di sejumlah kawasan dunia seperti Ukraina, Lebanon, hingga kawasan Teluk Arab.

“Ini sejarah mengajarkan sampai hari ini”, tambah Prabowo.

Ia terus mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kerja sama yang solid meski di tengah dinamika perbedaan pandangan politik.

Semangat kolaborasi tersebut dinilai sangat esensial di dalam kehidupan demokrasi yang menjunjung tinggi nilai kedaulatan rakyat.

“Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa, apa kita mau gaduh”, tanya Prabowo kepada para hadirin.

Prabowo mengakui bahwa dalam alam demokrasi akan selalu ada pihak yang merasa tidak puas terhadap suatu hasil pemilihan.

“Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita”, ucapnya.

Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan politik tidak seharusnya berujung pada letupan konflik yang justru menghambat laju pembangunan nasional.

Pada akhir sambutannya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat dan kalangan perguruan tinggi untuk kembali merenungkan makna kehidupan berbangsa dengan mengedepankan persatuan.

“Jadi saudara-saudara, saya kira kita perlu untuk merenungkan masalah bernegara”, pungkasnya.

Laporan: Judirho | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…