Rapid Test di RS Swasta, MPR: Ada Peluang Terjadi Penyimpangan

pranusa.id July 8, 2020

Ilustrasi rapid test. (shutterstock)

PRANUSA.ID — Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai penyimpangan dan komersialisasi rapid test atau tes cepat virus corona (Covid-19) berpeluang terjadi jika pemerintah tidak turun tangan.

“Mengingat adanya peluang terjadinya penyimpangan dan komersialisasi tes Covid-19 yang dilakukan rumah sakit swasta akibat dari lemahnya peran pemerintah dalam mengatur dan mengawasi uji tes tersebut,” kata Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

Untuk itu, dia mendorong pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap potensi oknum rumah sakit tertentu yang menjadikan rapid test sebagai lahan bisnis.

Menurut Bamsoet, peluang penyimpangan dan komersialisasi tes Covid-19 itu akan merugikan masyarakat.

Mengingat sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mewajibkan rapid test bagi awak dan penumpang angkutan laut serta udara.

Hal itu tentu menyebabkan orang-orang yang bepergian jarak jauh harus menyertakan hasil rapid test. Tarif pelayanan rapid test sendiri dipatok maksimal Rp 150 ribu dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang diterbitkan Kemenkes.

Namun, dia mengimbau masyarakat tak perlu khawatir. Dia meminta masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat terkait corona agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

“Agar langsung berobat ke rumah sakit rujukan pemerintah yang menangani Covid-19 agar segera mendapat pertolongan, dan semua biaya ditanggung oleh pemerintah,” tandas dia.

(Cornelia)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Usut Dugaan Mahasiswa Titipan Jalur Mandiri Unsoed, KPK Periksa Tiga Wakil Rektor
JAKARTA, PRANUSA.ID — Praktik pungutan liar dan penipuan dalam penerimaan…
Bedah Buku di Bekasi Ungkap Akar Sejarah Panjang Solidaritas Indonesia untuk Palestina
BEKASI, PRANUSA.ID — Kepedulian bangsa Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina…
Sentil Praktik Perjalanan Dinas Fiktif, Gubernur Ria Norsan Peringatkan ASN Kalbar Soal Ancaman Pidana
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Kebiasaan memotong durasi perjalanan dinas tanpa penyesuaian…
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kekhawatiran Penerapan E-Voting pada Pemilu di Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah menegaskan bahwa rencana penggunaan sistem pemungutan…
Candaan Purbaya Usai Dicopot dari Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Ngelamun, “Kenapa Dipecat?”
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergurau…