Kemenhut Resmi Larang Atraksi Gajah Tunggang di Seluruh Lembaga Konservasi Indonesia

pranusa.id February 7, 2026

FOTO: Gajah

JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara resmi memberlakukan larangan atraksi gajah tunggang di seluruh Indonesia melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Nomor SE. 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kemenhut, Ahmad Munawir, menegaskan bahwa aturan ini berlaku nasional dan efektif sejak ditandatangani pada 18 Desember 2025 tanpa masa transisi.

“SE ini berlaku sejak ditandatangani, dan berlaku secara nasional,” ujar Ahmad Munawir, Jumat (6/2/2026).

Kebijakan ini diambil karena praktik gajah tunggang, baik untuk tujuan komersial maupun nonkomersial, dinilai tidak lagi selaras dengan prinsip perlindungan satwa, etika konservasi, serta kesejahteraan satwa (animal welfare).

Kemenhut menekankan bahwa gajah (Elephas maximus) merupakan satwa yang dilindungi dengan status sangat terancam punah dalam daftar merah IUCN, sehingga pemanfaatannya harus dilakukan dengan hati-hati dan bertanggung jawab.

Sebagai gantinya, pemerintah mendorong transformasi pengelolaan lembaga konservasi menuju pendekatan edukatif seperti pengamatan perilaku alami gajah dan interpretasi konservasi tanpa kontak fisik langsung.

“Apabila ada pemilik LK (lembaga konservasi) Umum yang melanggar, maka sesuai ketentuan sanksi yang diberikan adalah Dirjen KSDAE menerbitkan Surat Peringatan I (SP I), apabila masih melanggar maka diterbitkan SP II dan apabila masih melanggar maka diterbitkan SP III (pencabutan izin LK),” tegasnya.

Pengawasan pelaksanaan larangan ini akan dilakukan secara rutin oleh Kemenhut melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di berbagai daerah untuk memastikan kepatuhan pemegang izin lembaga konservasi.

Laporan: Nobertus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…