Rektor ITB-AD Ingatkan Masyarakat Tak Gunakan Dana BLT untuk Beli Rokok | Pranusa.ID

Rektor ITB-AD Ingatkan Masyarakat Tak Gunakan Dana BLT untuk Beli Rokok


Ilustrasi bansos: rilis.id

PRANUSA.ID — Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta, Mukhaer Pakkanna mengungkapkan dana bantuan sosial (bansos), misalnya bantuan langsung tunai (BLT) banyak digunakan sebagian masyarakat untuk membeli rokok.

“Dalam riset kami dan Muhammadiyah, kami temukan banyak bantuan, misalnya BLT yang alokasinya diberikan kepada kepala rumah tangga banyak untuk konsumsi rokok,” kata Mukhaer, Minggu (23/8/2020).

Untuk itu, dia mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dana bansos termasuk BLT untuk membeli rokok, mengingat 70 persen perokok di Indonesia merupakan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Mukhaer juga meminta pemerintah untuk memantau realisasi bansos agar tingkat konsumsi rokok dapat dikendalikan.

“Beberapa bantuan lain di masa pandemi ini bisa dicurigai alokasi untuk konsumsi rokok itu naik, itu perlu kita kendalikan,” tegas dia.

Menurutnya, pemerintah saat ini memang tengah menggelontorkan dana bansos untuk mendorong tingkat konsumsi masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Sebagai informasi, pemerintah tengah merencanakan akan kembali melakukan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok di tahun 2021 mendatang, yaitu sebesar Rp 178,47 triliun.

Target penerimaan cukai tersebut meningkat 3,6 persen dibandingkan outlook tahun anggaran 2020 merujuk pada buku Nota Keuangan dan RAPBN 2021.

Besar tarif itu akan ditargetkan pada cukai hasil tembakau (CHT) senilai Rp 172,75 triliun, lalu sebesar Rp 5,71 triliun akan ditargetkan pada pendapatan cukai MMEA, cukai EA, dan penerimaan cukai lainnya.

 

 

 

(Cornelia)

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top