Rektor UMY Tolak Arahan Badan Gizi Nasional Terkait Pembukaan Dapur Makan Gratis di Kampus

pranusa.id May 19, 2026

FOTO: Mobil MBG

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Achmad Nurmandi secara tegas menyatakan penolakannya terhadap arahan Badan Gizi Nasional yang mendorong setiap kampus untuk memiliki minimal satu fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Pernyataan sikap dari pimpinan perguruan tinggi tersebut disampaikan secara langsung kepada awak media saat ditemui di kawasan Ballroom Gedung UMY Student Dormitory pada hari Sabtu (16/5/2026).

Nurmandi berpandangan bahwa kewajiban untuk mengelola dapur program pemenuhan gizi nasional pada dasarnya bukanlah bagian dari tugas utama sebuah institusi pendidikan tinggi.

Ia menilai bahwa ranah universitas pada saat ini seharusnya dibiarkan untuk memusatkan seluruh fokusnya pada urusan penyelenggaraan fungsi pendidikan akademik mahasiswa.

“Menolak, nggak mau saya,” kata Achmad Nurmandi.

Keterlibatan pihak kampus di dalam skema pengelolaan operasional dapur pemenuhan gizi tersebut justru dikhawatirkan hanya akan menambah beban kerja jajaran sivitas akademika di lapangan.

“Ngapain lah kita ngurus-ngurus MBG, bukan urusan kita itu, nambah-nambah kerjaan,” ujarnya.

Meskipun menolak keterlibatan secara teknis, ia menggarisbawahi bahwa penolakan tersebut sama sekali tidak bermakna bahwa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menentang program unggulan yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah pusat.

Pihak universitas memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat luas asalkan kewenangan pengelolaannya tidak dibebankan kepada perguruan tinggi.

“Kami tidak menyalahkan MBG, kami tidak ada niat lah merusak MBG, karena pusing lah, ngurus kampus aja pusing kok ngurus MBG,” tuturnya.

Sikap keengganan untuk terlibat secara langsung tersebut tetap dipertahankan oleh pihak rektorat meskipun secara infrastruktur institusi pendidikan ini dinilai memiliki fasilitas yang cukup memadai guna mendukung operasional program tersebut.

“Ya walaupun kita punya fasilitas, ya kami menganggap itu bukan bidang, bukan urusannya kampus lah,” tandasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…