Romo Magnis: Apa Kita Mau Dipimpin oleh Orang yang Menodai Etika?

pranusa.id January 29, 2024

FOTO: Guru besar filsafa moral dan rohaniawan Katolik, Romo Magnis Suseno.

Laporan: Severinus THD | Editor: Jessica C. Ivanny

PRANUSA.ID– Guru besar filsafat moral dan rohaniawan Katolik, Romo Franz Magnis Suseno, menilai situasi pilitik Pemilu 2024 kian terasa sangat genting dan mengkhawatirkan.

Salah satu hal yang membuat Romo Magnis sangat resah, yakni soal etika. Menurutnya, pernyataan ‘etika ndasmu’ yang pernah dilontarkan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu menggambarkan potensi penodaan terhadap etika kekuasaan.

Romo Magnis menyampaikan keresahannya itu dalam acara Alumni SMA Top GUN bertajuk “All Out Ganjar Mahfud” di Triboon Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu 28 Januari 2024.

“Kan sekarang kita menghadapi situasi ‘etika ndasmu’, apa kita mau dipimpin oleh orang yang menodai etika? Itu serius loh, tampak etika kekuasaan merosot, paling-paling kekuasan yang disebut oligarki dan sebagainya, saya melihat ada tanda-tanda sekarang juga bukan hanya arah pemilihan mau dipengaruhi oleh penguasa, tapi tanda-tanda manipulasi,” jelas Romo Magnis.

Franz Magnis Suseno juga menyoroti dampak buruk jika Pemilu yang akan datang terbukti dicurangi. Menurutnya, Indonesia berada dalam situasi yang sangat gawat, bahkan lebih gawat daripada sebelum reformasi.

Dia menambahkan, sejatinya dalam memilih capres-cawapres, masyarakat harus berusaha agar tidak memilih calon pemimpin masa depan yang berpotensi mencelakakan Indonesia.

“Kemarin saya ditanya sahabat saya, Din Syamsudin, jawabnya saya pegang prinsip saya. Pokoknya jangan yang terburuk. Terus terang saya tidak punya masalah dengan pasangan AMIN dan Ganjar-Mahfud,” katanya.

Sebagai seorang filsuf dan cendekiawan moral, Magnis Suseno menegaskan bahwa etika dan akhlak harus menjadi dasar dalam memilih pemimpin. Ia berpandangan bahwa pemilihan pemimpin yang buruk dapat mengancam masa depan bangsa dan negara.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…