Sebut Peringatan Hari Ibu itu Kafir, Abdul Somad ‘Disentil’ Alissa Wahid

pranusa.id December 25, 2020

Ustaz Abdul Somad. (Jawapos)

PRANUSA.ID– Beberapa hari menjelang peringatan Hari Ibu 2020 kemarin, beredar sebuah ceramah dari Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyebar di media sosial.

Ceramah yang sebenarnya sudah sempat viral sejak 2017 tersebut berisi tentang ucapan UAS yang mengatakan memperingati Hari Ibu sudah termasuk golongan kafir. 

“Siapa yang ikut tradisi orang kafir, maka kafirlah dia,” kata UAS, dikutip dari channel Youtuber Nadi Kudit. 

Putri Gus Dur sekaligus Ketua Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, lantas ‘menyentil’ Ustad Abdul Somad karena pernyataannya tersebut.

Dalam cuitannya di Twitter, ia menyinggung soal ulama yang mesti diikuti haruslah yang tidak mengajarkan kebencian. 

“Sekarang, banyak ulama hadir dalam kehidupan kita. Mana ajaran yang perlu diikuti? Yang tidak membuat kita penuh dengan kebencian kepada setiap makhluk Allah SWT, yang meninggikan harkat kemanusiaan, yang memelihara kebaikan bersama. Memelihara bangsa juga. Gitu aja kok repot,” tulis Alissa di akun Twitter pribadinya.

Lebih lanjut terkait dengan pendapat dari UAS mengenai Hari Ibu, Alissa menambahkan bahwa setiap orang pada dasarnya berhak untuk menyampaikan pendapat sepanjang tidak melanggar hak konstitusi warga negara yang lain, tidak melanggar martabat kemanusiaan dan kemaslahatan bersama. Menurutnya, berbeda pendapat justru akan memperkaya. 

“Ya enggak apa-apa, dia berhak atas pendapatnya. Boleh dong. Kita juga berhak atas pendapat kita, yang selalu berpijak pada prinsip al-muhafadhah ala al-qadiim as-shalih, wa akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Memelihara tradisi yang baik dan mengambil pembaharuan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Alissa, esensi ajaran agama ada dalam konteks membangun kemaslahatan bersama dan mengangkat martabat kemanusiaan. 

Berpijak dari hal tersebut, Alissa menambahkan jika ada praktik pembaharuan tapi sesuai esensi ajaran agama seperti peringatan Hari Ibu, maka hal seperti itu sebenarnya sah – sah saja.

 

(Kris/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…