
LABUAN BAJO, PRANUSA.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus S. Sodo mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara dari berbasis kehadiran menjadi kinerja terukur.
Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin pertemuan bersama pimpinan perangkat daerah di Aula Setda Manggarai Barat pada Senin (27/4/2026).
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan kontrol kehadiran, yang utama adalah hasil kerja yang jelas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Fransiskus.
Transformasi birokrasi tersebut mulai diimplementasikan oleh pemerintah daerah melalui pembangunan sejumlah platform digital terintegrasi.
Salah satu inovasi utamanya adalah pengembangan anjungan Gendang Mabar yang dirancang khusus untuk mengelola sektor pariwisata secara transparan.
“Gendang Mabar kita dorong terintegrasi dengan SiOra milik Kementerian Kehutanan, sehingga monitoring dan pengawasan aktivitas wisata dapat dilakukan secara bersama,” ujar Fransiskus.
Selain tata kelola pariwisata, digitalisasi pelayanan publik tersebut juga diperluas ke sektor kesehatan dan ketahanan pangan. Meski demikian, sang sekretaris daerah mengingatkan seluruh instansi agar memprioritaskan pembenahan alur kerja internal sebelum menciptakan sistem aplikasi baru.
“Jangan mulai dari aplikasi, tetapi dari proses bisnis di masing-masing OPD, digitalisasi itu alat kerja, bukan tujuan, semua kinerja harus bisa diukur dan dipantau,” tegas Fransiskus.
Laporan: Marsianus N.N | Editor: Arya