Serahkan Kajian ke Presiden dan Ketua DPR, KPK Dorong Reformasi Sistem Partai Politik

pranusa.id April 26, 2026

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

JAKARTA, PRANUSA.ID – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memastikan lembaganya telah menyerahkan hasil kajian pencegahan tindak pidana korupsi di sektor partai politik beserta rekomendasi konkretnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani pada Sabtu (25/4/2026).

“Kami telah menyampaikan secara resmi hasil kajian berikut rekomendasi kepada Presiden dan Ketua DPR,” ujarnya.

Dalam dokumen yang mengidentifikasi titik rawan korupsi dari proses kaderisasi hingga pembiayaan partai tersebut, lembaga antirasuah ini turut mendesak tiga agenda prioritas yang salah satunya adalah percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pembatasan Uang Kartal.

“Pembatasan penggunaan uang fisik penting untuk mengurangi praktik pembelian suara yang selama ini sulit diawasi,” jelas Budi.

Melalui rumusan rekomendasi yang menargetkan akar persoalan politik uang tersebut, sistem demokrasi dan tata kelola kepartaian di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta murni berbasis kapasitas.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gus Yaqut Tegaskan Pembagian Kuota Haji Tambahan Merupakan Perintah Presiden Jokowi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Tim penasihat hukum mantan Menteri Agama Yaqut…
Presiden Prabowo Perintahkan Perampingan BUMN: Minta Anak Cucu Perusahaan Pertamina dan PLN Dipangkas
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan seluruh…
Kepala BGN Minta Maaf atas Kasus Keracunan MBG di Berbagai Daerah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara…
Ahmad Muzani Sebut Presiden Prabowo Banyak Mendalami Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa…
Perketat Aturan Imigrasi, Donald Trump Tandatangani Dua Perintah Eksekutif Batasi Birthright Citizenship
WASHINGTON, PRANUSA.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu…