Temukan Indikasi Suap Penyelenggara Pemilu, KPK Soroti Rapuhnya Proses Rekrutmen Nasional

pranusa.id April 26, 2026

FOTO: KPK

JAKARTA, PRANUSA.ID – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memaparkan hasil kajian Direktorat Monitoring di Jakarta pada Sabtu (25/4/2026) yang menyoroti rapuhnya integritas proses demokrasi akibat rentannya sistem rekrutmen penyelenggara pemilihan umum.

“KPK menemukan adanya indikasi penyuapan kepada penyelenggara pemilu yang bertujuan memanipulasi hasil elektoral,” ungkap Budi.

Berangkat dari temuan krisis kredibilitas pada tahun 2025 tersebut, lembaga antirasuah ini merumuskan lima poin rekomendasi strategis yang diawali dengan desakan untuk memperbaiki mekanisme seleksi agar rekam jejak kandidat dapat diawasi penuh oleh publik.

“Kedua, KPK menyarankan penataan ulang proses kandidasi partai politik, antara lain dengan menetapkan persyaratan minimal keanggotaan dan menghapus ketentuan yang membuka celah intervensi elite politik terhadap pilihan calon legislatif maupun kepala daerah,” jelasnya.

Langkah penataan internal kepartaian tersebut juga harus diiringi dengan reformasi sistem pembiayaan kampanye melalui pembatasan transaksi tunai demi mempersempit ruang gerak praktik politik uang.

“Keempat, KPK mendukung penerapan pemungutan dan rekapitulasi suara secara elektronik yang berlangsung secara bertahap, baik pada pemilu tingkat nasional maupun daerah, guna menekan potensi kecurangan manual dan mempercepat proses penghitungan yang lebih akuntabel,” urainya.

Sebagai fondasi terakhir, penguatan regulasi melalui perluasan subjek hukum pidana dan harmonisasi aturan pemilihan mutlak dieksekusi agar sistem politik nasional ke depan benar-benar bersih dari intervensi koruptif.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Jokowi Tegaskan Sudah Bergabung dengan PSI Sejak Oktober 2025
BANDUNG, PRANUSA.ID — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan kartu…
Tolak Aturan Wajib Militer Baru, 45 Ribu Siswa di Jerman Gelar Aksi Mogok Massal
BERLIN, PRANUSA.ID — Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda Jerman setelah lebih…
Bertemu Presiden Pezeshkian di PBB, Sekjen Guterres Desak Penyelesaian Konflik Timur Tengah Lewat Dialog
NEW YORK, PRANUSA.ID — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggelar…
Bantu Pengungsi Palestina, Indonesia Kucurkan Bantuan 1,2 Juta Dolar AS
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah Indonesia menyalurkan kontribusi dana tahunan sebesar…
Presale Tiket Konser Musikaria Adira Festival 2026 Resmi Dibuka, Harga Mulai Rp119 Ribu
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kabar gembira bagi pecinta musik di Makassar!…