Smart Provinsi, Anggota DPRD DIY Dorong Ekosistem Digital untuk Bersinergi

pranusa.id August 7, 2021

Kegiatan Ngobrol Parlemen yang bertema “Sejauh Mana Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di DIY” yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Agustus 2021 melalui live streaming Youtube Tribun Jogja Official.

PRANUSA.ID– Anggota Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Partai Solidaritas Indonesia Stevanus Handoko mengatakan, saat ini Jogja sudah memiliki blueprint terkait pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal tersebut dapat dilihat dari sudah adanya Peraturan Gubernur tentang rencana aksi Smart Provinsi. Ini Ia sampaikan dalam kegiatan Ngobrol Parlemen yang bertema “Sejauh Mana Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di DIY” yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Agustus 2021 melalui live streaming Youtube Tribun Jogja Official.

Menurutnya, DPRD DIY sudah mempersiapkan regulasi yang bertujuan agar pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi bisa lebih efektif. Regulasi tersebut berupa Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 terkait pemanfaatan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita antara eksekutif dan legislatif agar pemanfaatan teknologi informasi dan teknologi tidak terabaikan terutama saat pandemi ini,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah juga membutuhkan kerjasama ekosistem digital. Salah satu pemain digital tersebut adalah Gojek.

“Dengan adanya kolaborasi antar pemerintah dan ekosistem digital maka ini merupakan sinergi yang luar biasa,” jelas Handoko.

Hal senada juga disampaikan oleh Saiful Bakhtiar, Head of Government Relations Gojek Jateng-DIY, yang juga hadir sebagai pembicara. Ia mencontohkan kerjasama yang sudah mereka lakukan di Kota Yogyakarta di mana mereka bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dengan 23 pasar yang sudah terintegrasi dengan layanan Go Shop.

“Kami juga membagikan data kepada pasar yang sudah terintegrasi tersebut. Misalnya tentang produk apa saja yang laku dipasar, hari apa saja pasar sepi dan ramai,” kata Saiful.

Stevanus Handoko berharap para pemain digital agar mau membagikan data untuk para UMKM. Jangan biarkan mereka belajar sendiri. Data merupakan hal yang penting bagi UMKM untuk mengetahui tren pasar seperti apa saja produk yang laku, bagaimana membuat kemasan yang baik sampai ke tahap pemasaran.

“Yang terpenting juga bagaimana pemerintah dan ekosistem untuk bersinergi. Pemerintah sudah mempersiapkan regulasi kemudian tinggal bagaimana eksekusinya. Hal ini akan sangat baik dengan kerjasama para pemain digital,” pungkas Handoko.

 

Laporan: Crisosthomos Virgoras

Editor: Bagas R

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Roy Suryo Cs Klaim Ijazah SMA Gibran Bermasalah Lewat Buku Gibran’s Black Paper
JAKARTA— Isu keabsahan ijazah SMA Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming…
Tito Minta Keuchik Ambil Alih Pendataan Korban Bencana di Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG— Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala desa…
Prabowo Puji Respons Cepat Danantara Bangun 600 Huntara di Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG— Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas respons…
Prabowo Tegaskan Penanganan Bencana Sumatera Tidak Perlu Status Nasional
ACEH TAMIANG— Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak menetapkan…
Arab Saudi Catat Rekor Tertinggi Eksekusi Mati Sepanjang 2025
ARAB SAUDI— Arab Saudi mencatat angka eksekusi mati tertinggi sepanjang…
Purple and White Modern Proffesional Digital Marketing Seminar Instagram Post
WhatsApp Image 2025-12-19 at 20.57.42 (1)
WhatsApp Image 2025-12-22 at 13.10.14
ChatGPT Image 23 Des 2025, 08.56.24
WhatsApp Image 2025-12-23 at 11.11.08