Tanggapi Aksi Mahasiswa, Kabakom Qodari Sebut Prabowo Sedang Pimpin Reformasi Ekonomi Jilid Dua

pranusa.id June 14, 2026

FOTO: Muhammad Qodari

JAKARTA, PRANUSA.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menjalankan reformasi besar terhadap struktur ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi mahasiswa pada hari Jumat (12/6/2026) lalu.

Qodari menyebutkan bahwa langkah strategis pemerintah berfokus pada pembenahan sistem ekonomi yang selama bertahun-tahun dinilai hanya menguntungkan segelintir kelompok elite.

“Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua karena yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang, beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia”, ujar Qodari pada hari Minggu (14/6/2026).

Qodari menilai sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo menunjukkan keberanian nyata untuk menyentuh persoalan hukum yang sebelumnya dianggap sangat sulit untuk diselesaikan.

Penegakan hukum secara tegas dalam tata niaga minyak nasional menjadi salah satu contoh konkret dari komitmen reformasi tersebut.

“Bagaimana tata niaga minyak, ya kan kita sudah tahu yang namanya Riza Chalid selama ini dianggap untouchable”, jelasnya.

Ia juga menyoroti langkah berani pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang telah menindak jutaan hektare lahan perkebunan ilegal.

“Adanya penegakan sawit, kebun sawit ilegal lewat Satgas PKH, sudah 6 juta hektare”, imbuh Qodari.

Pemerataan Kesejahteraan Akar Rumput

Perubahan struktural yang diinisiasi oleh Presiden juga diarahkan secara langsung untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat pada lapisan bawah.

“Pak Prabowo itu kan mengatakan berulang kali bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5 persen itu semu karena yang kaya berlipat dua sampai tiga kali lipat, sementara kelas menengah mengalami penurunan”, tegasnya.

Pemerintah pusat terus mendorong pemerataan penyaluran kredit perbankan agar menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi produktif di akar rumput.

Berbagai intervensi negara juga telah dieksekusi guna memperkuat fasilitas produksi bagi kesejahteraan para petani dan nelayan, di antaranya meliputi:

  • Penyesuaian harga gabah: Memperbaiki nilai tukar petani agar lebih menguntungkan.

  • Pembangunan kampung nelayan: Mengintegrasikan pemukiman dengan sarana operasional.

  • Penyediaan infrastruktur pesisir: Membangun pabrik es, menambah armada, serta memfasilitasi penyimpanan dingin.

“Pak Prabowo ini justru paling depan dalam upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat Indonesia dan membuat struktur ekonomi menjadi lebih berimbang”, pungkas Qodari.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Dorong Perekonomian Lokal, Mendagri Minta Pemda Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong…
Manipulasi Hasil Audit BPK, Pejabat Pemkab Muara Enim Diminta Siapkan Imbalan Rp1,6 Miliar
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dua kasus dugaan…
Anggota DPR RI Esti Wijayati Minta Pemerintah Perjelas Status Kepegawaian Guru Honorer
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat…
Peringati Hari Lanjut Usia, Wali Kota Pontianak Dorong Kemandirian dan Produktivitas Lansia
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Pemerintah Kota Pontianak terus mengoptimalkan kualitas hidup…
Buka Rakernas ARSADA ke-16, Gubernur Ria Norsan Minta RS Daerah Hapus Stigma Pelayanan Lambat
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya…