Tatung di Persimpangan Makna

pranusa.id March 4, 2026

Foto: Atraksi Tatung dalam memeriahkan Cap Go Meh Singkawang 2026 | Laporan Khusus Judirho

SINGKAWANG – Gemuruh perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang pada Selasa (3/3/2026) kembali menyedot perhatian ribuan wisatawan lewat parade ekstrem para Tatung.

Di balik keriuhan atraksi kebal senjata tajam tersebut, tradisi Tatung sejatinya menyimpan makna spiritual mendalam yang berakar pada sejarah penyembuhan medis dan ritual tolak bala.

Sutardi, perwakilan dari Majelis Tinggi Agama Konghucu, mengajak publik untuk memahami bahwa praktik Tatung pada awalnya tidak lahir dari keinginan memamerkan kekebalan fisik.

Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut bermula dari pengalaman masa lalu masyarakat lokal ketika harus menghadapi wabah penyakit mematikan di tengah keterbatasan tenaga medis.

“Dulu ada wabah penyakit yang begitu ganas. Belum ada dokter. Orang-orang berobat ke tabib atau dukun dengan cara tradisional, secara gaib sebagai perantara,” tuturnya.

Dalam kondisi darurat tanpa kepastian tersebut, masyarakat kala itu menggelar ritual tolak bala massal yang bertepatan dengan hari ke-15 bulan pertama penanggalan Imlek guna memohon keselamatan.

“Ritual itu dilakukan bersama-sama. Mereka percaya dengan kekuatan doa dan pertolongan para leluhur, akhirnya wabah itu bisa diatasi dan mereka sembuh. Dari situ muncul keyakinan bahwa roh para leluhur atau para suci bisa menolong manusia,” ujar Sutardi.

Berdasarkan fondasi keyakinan itulah, sosok Tatung dipercaya sebagai perantara spiritual yang meminjamkan tubuhnya untuk menolong sesama, bukan sekadar entitas pertunjukan hiburan.

“Tatung itu dipercaya bisa mengobati orang, memberi resep, menolong manusia. Itu sebabnya sering diundang. Bukan untuk pamer kebal, tapi untuk membantu orang yang datang minta tolong,” kata Sutardi.

Sutardi juga menambahkan bahwa kemampuan untuk menjadi seorang Tatung umumnya merupakan sebuah tanggung jawab spiritual yang kerap diwariskan dalam ikatan keluarga.

“Ada yang bapaknya Tatung, kakeknya Tatung, lalu turun ke anak atau cucunya. Kadang bisa melampaui satu generasi, tapi ada juga yang belajar, diberi mantra, diajari caranya. Walaupun kebanyakan memang turun-temurun,” jelasnya.

Pandangan mengenai esensi murni spiritual ini turut diamini dan diperkuat oleh Ketua Yayasan Tatung Konghucu Indonesia, Rudy Leonard.

Rudy memaparkan bahwa filosofi dasar dari praktik Tatung ini bersumber dari ajaran Taoisme yang sangat menjunjung tinggi nilai keharmonisan dan kebijaksanaan hidup.

“Asalnya Taoisme dan memang Tatung ini dilakukan dengan penuh kebijaksanaan untuk membantu umat manusia, ada juga berkolaborasi dengan ajaran Konghucu yang sama-sama mengajarkan kebijaksanaan,” jelas Rudy Leonard.

Seiring dengan pesatnya kemajuan industri pariwisata Kota Singkawang, Rudy secara khusus mengingatkan agar masyarakat tidak sampai melupakan esensi luhur dari ritual kuno tersebut.

“Dulu jarang ada arak-arakan dengan atraksi bermacam-macam. Paling tidak di kelenteng saja. Bisa dibilang lebih murni, sekarang memang sudah jadi agenda besar. Itu baik untuk pariwisata, tapi jangan sampai makna dasarnya hilang,” ujarnya.

Hingga kini, di sela-sela riuhnya kilat kamera wisatawan, masih banyak warga lokal yang mendatangi barisan para Tatung untuk meminta doa kesembuhan maupun perlindungan bagi keluarga.

Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri ESDM Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Tak Naik Jelang Lebaran
JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral…
Babak Baru OTT KPK: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditetapkan Jadi Tersangka Tunggal
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan…
Boikot ChatGPT Meluas Usai OpenAI Sepakati Kontrak Militer dengan Pentagon
JAKARTA – Gelombang pemboikotan terhadap layanan ChatGPT kini tengah menggema…
Kabar Gembira! Pemerintah Resmi Umumkan THR ASN 2026, Anggaran Naik 10 Persen
JAKARTA – Pemerintah secara resmi telah mengumumkan rincian besaran dan…
KPK Gelar OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Dugaan Suap Proyek Pengadaan
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40