
JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, akan segera mendarat di Jakarta pada awal pekan depan. Mantan pelatih Timnas Kanada ini dijadwalkan tiba untuk memulai tugas barunya menggantikan Patrick Kluivert yang kontraknya telah berakhir Oktober 2025 lalu.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengonfirmasi jadwal kedatangan juru taktik asal Inggris tersebut.
“John Herdman datang tanggal 12 Januari (2026),” ujar Sumardji kepada awak media di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Sumardji menambahkan, jika tidak ada kendala, agenda perkenalan resmi kepada publik juga akan disiapkan. Dalam kedatangan perdananya ini, Herdman dikabarkan datang seorang diri terlebih dahulu.
“Ya, tanggal 12. Kalau ada perubahan tanggal, nanti akan kami informasikan,” tambahnya.
Syarat Mutlak: Wajib Boyong Keluarga dan Tinggal di Indonesia
Salah satu poin krusial dalam kontrak Herdman adalah kewajiban domisili. PSSI tidak menginginkan pelatih yang bekerja jarak jauh (remote). Sumardji menegaskan bahwa kesediaan Herdman untuk menetap secara penuh di Tanah Air menjadi faktor penentu kesepakatan.
“Hal utama, dia mau tinggal di Indonesia itu jadi pertimbangan utama,” ungkap Sumardji.
Komitmen tersebut bahkan datang langsung dari Herdman yang menyatakan siap memboyong keluarganya untuk hidup di Indonesia demi fokus menangani Skuad Garuda.
“Dia sendiri bilang, ‘jika Indonesia memang memilih saya, maka saya dengan keluarga ke Indonesia untuk tinggal’,” tutur Sumardji menirukan ucapan Herdman.
Kombinasi Asisten Asing dan Lokal
Selain domisili, PSSI dan Herdman juga menyepakati struktur staf kepelatihan. Herdman tidak akan membawa gerbong asisten asing dalam jumlah besar. Ia dibatasi hanya boleh membawa maksimal tiga orang kepercayaan, sementara sisa posisi staf pelatih wajib diisi oleh talenta lokal.
“Dia bilang, saya akan membawa paling banyak dua sampai tiga orang,” kata Sumardji.
Langkah ini diambil agar terjadi transfer pengetahuan (transfer of knowledge) serta memastikan pelatih kepala memahami kultur sepak bola Indonesia melalui bantuan asisten lokal.
“Selebihnya dia akan mengambil semuanya pelatih-pelatih asisten lokal dari Indonesia,” jelasnya.
Kesepakatan mengenai domisili dan pelibatan pelatih lokal inilah yang akhirnya memuluskan jalan Herdman menuju kursi pelatih kepala Timnas Indonesia.
“Hal-hal yang mendasar itulah yang akhirnya kami sepakat memilih John,” pungkas Sumardji.
Laporan: Judirho | Editor: Kristoforus