TRAGIS! Ibu Masukkan Bayi ke Mesin Cuci Hingga Tewas

pranusa.id November 5, 2019

(Gambar: medan.tribunnews.com)

 

PRANUSA.ID — Tragedi pembunuhan lagi-lagi menimpa Kota Palembang, Sulawesi Selatan. Seorang ibu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) memasukkan bayi yang baru saja dilahirkannya ke mesin cuci hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Palembang Kompol Yon Edi Winara mengonfirmasi kondisi bayi tersebut. “Benar, kondisi bayinya meninggal,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Sebelumnya, bayi yang ternyata berjenis kelamin laki-laki itu sempat dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis. Namun, beberapa jam saat perawatan, bayi sudah meninggal dunia.

Pelaku yang diketahui bernama Sutisna segera diamankan polisi dan telah menjalankan pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang.

Saat ditelisik, mulanya pelaku masuk kamar mandi di kediaman majikannya di Jalan Telaga Nomor 9 RT 14 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Tak disangka, majikannya adalah Ferdyta Azhar yang merupakan anak kedua dari mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki.

Selama bekerja, pelaku tak pernah menyebut ia hamil sehingga kehamilan pelaku tidak tercium oleh para pekerja lain di kediaman tempat ia bekerja tersebut.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum keluarga Ishak Mekki, Doktor Suharyono mengambil alih untuk menjelaskan lebih lanjut terkait tragedi tersebut.

Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada pukul 11.00 WIB, Senin kemarin (4/11/2019).

Adapun dalih pelaku untuk mengelabui rekannya adalah sedang sakit perut dan minta dibawakan handuk dan pakaiannya. Namun, kemudian pelaku justru keluar dalam keadaan pucat.

Hal itu membuat rekannya khawatir dan menawarkan pertolongan untuk segera membawa pelaku ke dokter. Namun, ketika mencari kartu identitas di kamar, rekannya justru mendengar suara tangisan bayi yang ternyata berasal dari mesin cuci.

Mesin cuci, kata Suharyono, waktu itu dalam keadaan hidup dan dibuka terdapat keresek hitam ditutup handuk dan ternyata adalah bayi.

Hal ini pun membuat mereka yang menemukan bayi bergegas membawanya ke rumah sakit. Namun, kondisi bayi kian melemah hingga meninggal dunia.

Ketika diselidiki lebih lanjut, mayat bayi dilakukan visum di RS Bhayangkara Palembang. Menurut dokter forensik, dr Indra Sakti, bayi lahir secara normal dan usia kandungannya sudah cukup sembilan bulan. Hanya saja, berdasarkan hasil visum, ada luka lecet di leher dan bibir atas.

Oleh karena itu, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter sendiri mengatakan bahwa jika diperlukan, mereka akan melakukan autopsi juga untuk mengetahui penyebab kematiannya.

 

Penulis: Cornelia

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26