
SLEMAN, PRANUSA.ID — Organisasi Pencinta Alam Yopala Jogja (Yosef Pencinta Alam) SMA Pangudi Luhur Yogyakarta menggelar misa syukur dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-24 di Goa Maria Sendang Jatiningsih, Minggir, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (28/8/2026) malam.
Perayaan ulang tahun organisasi ekstrakurikuler siswa pencinta alam yang telah melewati berbagai dinamika pengelolaan kegiatan ini dimulai pada pukul 19.00 WIB. Perayaan dipimpin langsung oleh Romo RD. Fransisco El Tara, imam Paroki Tumbangtiti, Kalimantan Barat, yang juga merupakan alumni angkatan pertama Yopala.
Dalam homilinya, Romo Tara menyampaikan apresiasi dan ucapan proficiat atas perjalanan Yopala hingga mencapai usia 24 tahun. Ia mengenang masa-masa awal pembentukan organisasi saat dirinya dan rekan-rekan angkatan pertama digembleng berjalan kaki dari SMA Pangudi Luhur menuju Sendang Jatiningsih untuk memohon restu sebelum memulai agenda kegiatan tahunan.
Romo Tara menceritakan bagaimana pengalaman berorganisasi di Yopala sangat membantunya dalam menjalankan tugas pelayanan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti Tumbangtiti, Kalimantan Barat. Keterampilan survival, kemampuan berenang di sungai, hingga keahlian navigasi darat menggunakan kompas ia manfaatkan untuk mendukung kehidupan masyarakat setempat, termasuk menentukan batas wilayah adat serta memperjuangkan kelestarian mata air warga dari ancaman ekspansi perkebunan sawit.
“Menjadi pencinta alam harus juga dapat menjadi penolong bagi orang lain,” tegas Romo Tara menyampaikan harapannya agar Yopala terus memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan. Kepala SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, Anna Fitri, menyampaikan rasa bangganya atas kiprah para alumni Yopala dan berharap nama almamater sekolah semakin dikenal luas melalui berbagai kegiatan positif.
Sementara itu, pendiri Yopala, Br. Damasus Agung FIC, menceritakan kembali kenangan perintisan kegiatan serta perjuangan penggalangan dana bersama para siswa di masa awal berdirinya Yopala. Ia berharap ikatan kekeluargaan antara alumni dan anggota aktif dapat terus terjalin erat.
Ketua Yopala aktif, Anjani, turut menyampaikan komitmennya untuk membawa Yopala menjadi organisasi yang semakin kompak, aktif, serta konsisten menanamkan nilai tanggung jawab dan kerja sama tim.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun, penyanyian Mars Yopala, foto bersama, serta ramah tamah yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB.
“Dengan adanya ucapan syukur ini harapannya kekeluargaan di Yopala Jogja tidak terputus dan Yopala tetap jaya di darat, laut, dan udara,” pungkas alumni senior Yopala, Joko.
Laporan: Angga R. N | Editor: Michael