
KETAPANG – Suasana mencekam kembali menyelimuti Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Belum sepenuhnya pulih dari ingatan kelam peristiwa tahun lalu, warga kembali digegerkan dengan aksi teror penembakan dan pembakaran yang dilaporkan terjadi pada Senin (12/1/2026).
Insiden ini seolah membuka luka lama bagi masyarakat setempat. Aksi misterius yang menyasar pondok ladang dan area sekitar pemukiman ini memaksa rasa aman masyarakat terenggut kembali, memicu gelombang trauma di kalangan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus operandi pelaku memiliki kemiripan dengan rentetan kasus yang pernah terjadi sebelumnya, yakni tindakan pembakaran properti warga disertai aksi penembakan—yang diduga menggunakan senjata jenis senapan angin—untuk menebar ketakutan.
“Warga dilanda trauma. Kejadian ini membuat kami teringat kembali masa-masa sulit saat teror serupa terjadi. Banyak yang kini merasa was-was untuk beraktivitas, terutama saat harus pergi ke ladang atau kebun,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi psikologis warga semakin terguncang karena ketidakpastian mengenai motif dan pelaku di balik serangan ini. Rasa takut akan menjadi korban sasaran acak membuat aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut sedikit terganggu.
Merespons situasi ini, aparat keamanan setempat dilaporkan telah meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Pihak kepolisian berupaya bergerak cepat untuk mengidentifikasi pelaku guna mencegah eskalasi keresahan di tengah masyarakat.
Masyarakat Air Upas kini menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap dalang di balik aksi teror ini, demi memulihkan keamanan dan kedamaian di wilayah mereka.
Laporan: Severinus | Editor: Arya