Buka Rakernas ARSADA ke-16, Gubernur Ria Norsan Minta RS Daerah Hapus Stigma Pelayanan Lambat

pranusa.id June 13, 2026

FOTO: Ria Norsan

PONTIANAK, PRANUSA.ID – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya transformasi tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit daerah.

Langkah strategis tersebut dinilai krusial untuk menghapus stigma pelayanan lambat yang selama ini masih melekat kuat di tengah masyarakat.

“Harapan saya, Rakernas ini menghasilkan musyawarah dan mufakat yang dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata”, kata Norsan saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Rumah Sakit Daerah ke-16 di Pontianak pada hari Jumat (12/6/2026).

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kalimantan Barat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum kesehatan tingkat nasional tersebut.

“Tema yang kita usung hari ini harus benar-benar diimplementasikan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat”, tambahnya.

Norsan menilai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah saat ini masih dihadapkan pada tantangan besar terkait persepsi publik.

“Masyarakat sampai hari ini masih mengatakan bahwa rumah sakit daerah pelayanannya lambat”, ungkapnya.

Meskipun kerap menuai keluhan, rumah sakit daerah diakui tetap menjadi opsi utama warga lantaran biaya pengobatannya yang terjangkau dibandingkan pihak swasta.

“Karena itulah masyarakat tetap datang dan mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada rumah sakit daerah”, jelas Norsan.

Persepsi negatif terkait kelambanan operasional wajib dijawab melalui pembenahan menyeluruh mulai dari akurasi diagnosis, profesionalisme tenaga kesehatan, hingga manajemen yang efektif.

“Stigma ini harus kita hilangkan, rumah sakit daerah harus mampu menunjukkan bahwa pelayanannya cepat, profesional, dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan rumah sakit lainnya”, tegasnya.

Gubernur turut menyoroti peluang pengembangan inovasi pelayanan kesehatan yang bisa dimaksimalkan melalui penerapan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah.

“Dengan sistem BLUD, rumah sakit memiliki fleksibilitas untuk berinovasi dan meningkatkan fasilitas pelayanan”, papar Norsan.

Pihaknya juga mengingatkan seluruh jajaran pengelola untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia seiring dengan masifnya perkembangan teknologi medis.

“Tinggal bagaimana manajemen mampu mengelolanya secara efektif agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik dan cepat”, pungkasnya.

Laporan: Christian | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Anggota DPR RI Esti Wijayati Minta Pemerintah Perjelas Status Kepegawaian Guru Honorer
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat…
Peringati Hari Lanjut Usia, Wali Kota Pontianak Dorong Kemandirian dan Produktivitas Lansia
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Pemerintah Kota Pontianak terus mengoptimalkan kualitas hidup…
Sepakat dengan Trump, Netanyahu Tegaskan Komitmen Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir
JAKARTA, PRANUSA.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kesepakatan…
BNI Imbau Nasabah BNIdirect Waspadai Modus Penipuan Berkedok Verifikasi Akun
JAKARTA, PRANUSA.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengimbau…
Soroti Perekrutan Pengelola KDMP, Komisi VI DPR Minta Warga Desa Diprioritaskan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia…