Jengkel Covid-19 Disebut Bohong, Sutarmidji: Yang Ngomong Lagak Itu Suruh Jadi Relawan

pranusa.id June 4, 2020

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (kumparan.com)

PRANUSA.ID — Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengungkap ada beberapa tipe orang dalam menghadapi wabah Covid-19. Menurut dia, ketidaksiplinan seseorang karena menganggap virus corona tidak berbahaya dan hanya bualan semata adalah yang paling menyebalkan.

“Jika virusnya hanya menjangkiti orang yang ngomong, tidak apa-apa, artinya dia berani. Tapi kan dia akan menjangkitkan ke orang-orang,” kata Midji sebagaimana dikutip dari laman TribunPontianak.com, Rabu (3/6/2020).

Jika Covid-19 hanya bualan semata, maka pemerintah tidak mungkin akan mengorbankan ribuan nyawa meninggal dunia. Untuk itu, Midji menegaskan bahwa virus corona itu nyata.

Dia juga berharap agar masyarakat dapat menyaring informasi dari orang-orang yang tidak percaya akan Covid-19.

“Kalau saya, yang ngomong lagak itu suruh jadi relawan di RSUD Soedarso, mandikan jenazah pasien Covid-19. Kemarin ada yang saya suruh, lari satu-satu. Waktu ngomong, boleh-boleh,” ungkap Midji.

Saat ini, Kalimantan Barat sedang mempersiapkan penerapan new normal atau normal baru. Hal ini dikarenakan jumlah warga yang dinyatakan positif Covid-19 sudah lebih kecil dibandingkan orang sembuh dalam beberapa hari terakhir.

Meski begitu, Midji mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga dan waspada akan bahaya Covid-19.

“Kita new normal tetap berjalan, kewaspadaan tetap kita jaga. Saya rasa, data hari ini yang positif lebih kecil dari yang sembuh. Ini artinya kurva kita akan terus menurun ke depan, saya yakin menurun terus,” tutur Midji.

Sementara itu, sejumlah pakar memprediksi jumlah keterjangkitan Covid-19 di Kota Pontianak pada 14 Mei 2020 akan mencapai 45 persen atau menginfeksi sekitar 200.000 orang.

Midji mengungkap, memang akan sangat merepotkan jika prediksi tersebut terjadi. Pasalnya, rumah sakit harus menyiapkan 380 ruangan ICU dengan ventilator.

“Dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan, dan kita jaga betul, ternyata itu tidak terjadi. Nah, orang mau marah-marahlah. Kan banyak masyarakat tidak mau disiplin, tidak mau tahu dan ada yang bilang bohong,” jelasnya.

Midji juga berpesan agar masyarakat selalu optimis dalam menghadapi pandemi global virus corona karena virus ini bukan sama sekali tak dapat disembuhkan. Buktinya, satu pasien terinfeksi virus corona dengan penyakit bawaan di RSUD Soedarso Pontianak yang sempat koma, kini sudah dinyatakan sembuh.

“Artinya apa, tidak ada masalah, biasa saja. Asal tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah ada,” tandas Midji. (Cornelia)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gus Yahya Tegaskan PBNU Tidak Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji yang Menjerat Gus Yaqut
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya…
Pindah ke IKN Tahun 2026, Wapres Gibran Kirim 50 Staf untuk Persiapan
NUSANTARA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dipastikan…
Jelang Ramadan, Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji Bersubsidi
SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menggelar…
IHSG Ambruk 8 Persen, Polisi Dalami Indikasi Manipulasi Pasar Saham
JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri…
Anggota DPR: Parliamentary Threshold untuk Ciptakan Iklim Parpol Sehat
JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan…