Pemprov Kalbar Salurkan Empat Ton Bibit Padi bagi Petani Terdampak Puso

pranusa.id July 23, 2022

Ilustrasi Pemprov Kalbar (ANTARA/Puspa Perwitasari).

PRANUSA.ID — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar menyalurkan bantuan empat ton bibit padi dari APBD Provinsi 2022 untuk petani terdampak puso beberapa waktu lalu.

“Bibit padi untuk petani di Ketapang yang beberapa waktu lalu terkena banjir besar termasuk beberapa kabupaten lainnya di Kalbar. Bantuan bibit ini dari Pemerintah Provinsi Kalbar,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar Florentinus Anum di Pontianak, dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).

Ia menambahkan bantuan di Kabupaten Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu lagi dalam proses pengiriman.

“Tujuan bantuan ini untuk meningkatkan luas tambah tanam dan peningkatan produksi padi atau beras serta serta meningkatkan pendapatan petani. Dari bantuan bibit padi yang ada, ditargetkan pada Mei-Agustus 2022 ditanam oleh petani di Kalbar,” jelas dia.

Terkait pembangunan pertanian di Kalbar, menurutnya, saat ini sudah memasuki fase kedua dan sudah lebih baik serta terus dimaksimalkan dengan berbagai upaya.

“Fase pertama pemerintah provinsi fokus dalam pemenuhan kebutuhan ketersediaan pangan dan saat ini sudah terpenuhi bahkan surplus. Fase kedua yakni memaksimalkan produksi untuk peningkatan kesejahteraan petani. Jadi, petani fokus bercocok tanam untuk meningkatkan sumber pendapatan melalui agribisnis,” ujarnya.

Pihaknya terus mendorong dan melakukan upaya peningkatan produksi dan produktivitas petani di Kalbar sehingga berdampak luas pada peningkatan kesejahteraan.

“Pengembangan pertanian di Kalbar terus dimaksimalkan melalui intensifikasi berbasis klaster, berorientasi pasar ekspor. Petani juga diperkuat kelembagaannya dan kemitraanya. Jadi, petani saat ini didorong juga untuk verifikasi komunitas pangan lainnya seperti keladi, jagung, nanas, jahe dan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa strategi dilakukan yakni dengan mengedepankan intensifikasi terhadap tahapan proses produksi pertanian dari hulu sampai hilir berbasis klaster (kawasan sentra produksi) dengan penguatan kelembagaan tani serta melalui kemitraan yang mengawal peningkatan kualitas, kuantitas dan jenis komoditas yang berorientasi ekspor. *(Antara Kalbar)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Guru PPPK Jadi PNS Tahun 2027 Wajib Lewat Tes dan Berusia Maksimal 35 Tahun
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah…
Semut Api Media dan Tokoh Buku Multitude Gelar Diskusi Samzine “Menyoal Pesta Babi” di Sleman
SLEMAN, PRANUSA.ID — Semut Api Media bekerja sama dengan toko…
Dari Kemerdekaan Menuju Masa Depan: De Britto Membuka Perjalanan Dasawindu 2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Semangat kemerdekaan, rasa syukur, kebersamaan, dan harapan…
Ulang Tahun ke-13, OMDC Rayakan Perjalanan Mengubah Wajah Klinik Gigi di Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Berawal dari satu poli di OMDC Dental Mampang,…
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Pembakar Lahan
PEKANBARU, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas…