Penguatan Wawasan Sejarah Lokal Kalimantan Barat di Dusun Parit Tembakul melalui Film Belangkait

pranusa.id January 24, 2025

FOTO: Kegiatan pengabdian nonton bareng masyarakat di Dusun Parit Tembakul, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya

Laporan: Marsianus N.N

Editor: Jessica C.I

Kubu Raya, 23 Januari 2025 – Dalam upaya memperkuat wawasan sejarah lokal di Kalimantan Barat, dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Parit Tembakul, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (23/01/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat setempat terhadap sejarah lokal melalui pemutaran dan diskusi film dokumenter Belangkait.

“Film Belangkait dipilih sebagai media edukasi karena mengangkat sejarah dan budaya masyarakat Kalimantan Barat, khususnya dalam konteks kehidupan sosial dan nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini. Melalui film ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenali dan menghargai sejarah daerahnya sebagai bagian dari identitas budaya,” kata Ketua Tim PKM Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura, Eko Wahyu Junaidi.

Kegiatan diawali dengan pemutaran film kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta masyarakat setempat. Eko menjelaskan bahwa diskusi ini membahas berbagai aspek sejarah yang ditampilkan dalam film serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat saat ini. Para peserta juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pandangan mereka mengenai sejarah lokal.

“Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya mendengar cerita sejarah, tetapi juga dapat melihat langsung gambaran kehidupan masa lalu melalui visual yang lebih menarik dan mudah dipahami,” sambung Eko.

Salah satu warga Dusun Parit Tembakul, Pak Harun (54) mengapresiasi kegiatan ini. Baginya, film ini mampu mengingatkan memorinya tentang cerita-cerita di masa lalu.

“Saya baru tahu bahwa sejarah di daerah kita ini begitu menarik. Filmnya sangat bagus, mengingatkan saya pada cerita-cerita orang tua dulu. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Siti (46), yang merasa bangga melihat kisah sejarah lokal diangkat dalam bentuk film.

“Anak-anak sekarang lebih suka menonton daripada membaca buku, jadi ini cara yang bagus untuk mengenalkan sejarah kepada mereka. Saya harap ada lebih banyak film seperti ini,” tuturnya.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pria Bawa Golok yang Bubarkan Ibadah GKPI di Tangerang Akhirnya Minta Maaf
TANGERANG, PRANUSA.ID — Pria bergolok yang sempat membubarkan paksa kegiatan…
Klarifikasi Soal Sindiran “Pakar Gobl*k”, Natalius Pigai: Yang Dimaksud Prabowo adalah Pakar yang Merangkap Buzzer
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Buka Program Dasa Cita di TTU, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi Tenun NTT
TIMOR TENGAH UTARA, PRANUSA.ID — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)…
Sempat Dipenjara karena Kasus Ijazah Jokowi, Gus Nur Ajukan Gugatan Rp4,2 Miliar ke Negara
SOLO, PRANUSA.ID — Mantan terpidana kasus penyebaran berita bohong dan…
Sebut Pendidikan Gratis Bukan Hal Mustahil, PDIP: Syaratnya Bubarkan MBG dan Kopdes
JAKARTA, PRANUSA.ID — PDI Perjuangan (PDIP) menyambut baik wacana Presiden…