Siswa Ujian di Atas Bukit Demi Cari Sinyal, Plh Bupati Sintang Kritik Nadiem

pranusa.id October 14, 2021

FOTO: Yosepha Hasnah, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang.

PRANUSA.ID– Sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, terpaksa mengikuti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung, perbatasan Indonesia dengan Malaysia demi mendapatkan sinyal.

Selama proses pelaksanaan ANBK digelar 4-5 Oktober 2021, jaringan internet yang digunakan para pelajar itu menumpang milik Sarawak, Malaysia, yaitu jaringan Maxis dan Selkom.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang, Yosepha Hasnah, terlihat berang. Ia mengatakan, program Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dari Kemendikbud-Ristek, seharusnya disesuaikan dengan kondisi daerah.

Menurutnya, penerapan ANBK saat ini tidak ideal untuk diberlakukan sama di setiap daerah. Hal itu dikarenakan realita bahwa tidak semua daerah bisa mengakses internet yang lancar untuk mengikuti ujian berbasis komputer tersebut.

“Memang serba salah. Kita menyadari bahwa daerah kita baru sebagian yang punya jaringan internet. Sebagian besar juga belum ada listrik di siang hari. Masalahnya ada program pemerataan kualitas pendidikan, atau ANBK dari Kemendikbud, yang wajib menggunakan jaringan internet, listrik dan komputer,” ujar Yosepha.

Masalahnya, kata Yosepha, program ANBK tersebut tidak dikonfirmasi terlebih dahulu ke pemerintah daerah. Sebab, pengukuran tingkat kualitas pendidikan harus melihat ketersediaan infrastruktur.

“Mestinya, kebijakan ini tidak diberlakukan sama di setiap daerah. Artinya, pengukuran tingkat kualitas pendidikan juga harus melihat ketersediaan infrastruktur, terkait jatingan internet, listrik, dan laptop atau komputer, di satuan pendidikan,” katanya lagi.

Ia mengatakan, Pemkab Sintang sudah menyampaikan kondisi infrastruktur kepada Kemendikbud, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Kalbar.

“Namun apa mau dikata, kebijakan sudah terlanjur digulirkan. Akhirnya, pasti banyak masalah yang dialami oleh sekolah-sekolah di pedalaman yang tidak ada listrik dan internet,” tukasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Bedah Buku di Bekasi Ungkap Akar Sejarah Panjang Solidaritas Indonesia untuk Palestina
BEKASI, PRANUSA.ID — Kepedulian bangsa Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina…
Sentil Praktik Perjalanan Dinas Fiktif, Gubernur Ria Norsan Peringatkan ASN Kalbar Soal Ancaman Pidana
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Kebiasaan memotong durasi perjalanan dinas tanpa penyesuaian…
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kekhawatiran Penerapan E-Voting pada Pemilu di Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah menegaskan bahwa rencana penggunaan sistem pemungutan…
Candaan Purbaya Usai Dicopot dari Menkeu: Mau Mancing di Belakang Rumah Sambil Ngelamun, “Kenapa Dipecat?”
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergurau…
Tegas Tangani Karhutla, Menhut Raja Juli Antoni Bekukan Izin Usaha 3 Perusahaan di Kaltim
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membekukan…