Dana TKD 2026 Dipangkas, Bupati Sintang Minta Kepala OPD ‘Jemput Bola’ ke Pusat

pranusa.id January 12, 2026

ILUSTRASI: Keuangan.

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat pada tahun anggaran 2026.

Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima daerah ini mengalami pemangkasan signifikan hingga mencapai Rp388 miliar.

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk mencari strategi alternatif guna memastikan pembangunan tetap berjalan.

Menyikapi defisit anggaran tersebut, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak lagi bersikap pasif.

Ia mendesak jajarannya agar lebih agresif dalam mengajukan proposal pembiayaan program ke kementerian dan lembaga di pemerintah pusat.

Arahan tegas ini disampaikan Gregorius saat memimpin apel awal tahun 2026 yang dirangkaikan dengan silaturahmi Natal di Halaman Kantor Bupati Sintang, Senin (12/1/2026).

“Silakan melakukan komunikasi dengan kementerian terkait. Kita tahu Dana TKD untuk Kabupaten Sintang tahun 2026 ini dipangkas sangat dalam, yakni Rp388 miliar. Maka jajaran Pemkab Sintang harus lebih proaktif untuk menjemput kegiatan-kegiatan dari kementerian apa pun di pusat. Karena tidak ada cara lain,” tegas Bupati di hadapan Sekretaris Daerah, para pejabat pimpinan tinggi pratama, dan seluruh ASN Pemkab Sintang.

Menurut Gregorius, ketergantungan pada anggaran daerah semata tidak lagi relevan di tengah situasi pemangkasan saat ini. Ia menekankan bahwa pemerintah pusat tidak akan mengetahui kebutuhan spesifik di daerah jika tidak ada komunikasi intensif dan pengajuan proposal yang konkret dari daerah itu sendiri.

“Kalau kita tidak mengusulkan, tidak mengingatkan sampai ke pusat, mereka pasti tidak tahu keperluan daerah Kabupaten Sintang. Ketika kita minta, belum tentu diberi. Apalagi kalau kita tidak minta,” ujarnya mengingatkan.

Selain mendorong strategi “jemput bola”, Bupati juga memastikan bahwa jajaran Pemkab Sintang saat ini tengah bekerja keras menyelesaikan seluruh administrasi keuangan.

Langkah ini diambil untuk mempercepat pelaksanaan anggaran dan memastikan program-program prioritas tahun 2026 dapat segera dieksekusi meski di tengah keterbatasan dana.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…