Defisit APBN 2025 Melebar 2,92%, Menkeu Purbaya: Masih Aman

pranusa.id January 8, 2026

FOTO: Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI.

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 mencatatkan pelebaran defisit yang cukup signifikan. Per 31 Desember 2025, defisit anggaran tercatat mencapai Rp695,1 triliun atau setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka realisasi ini melampaui target awal defisit yang ditetapkan sebesar 2,53 persen, serta lebih tinggi dari proyeksi laporan semester yang berada di level 2,78 persen. Kendati demikian, Purbaya menegaskan bahwa posisi defisit ini masih dalam koridor aman dan mematuhi aturan perundang-undangan yang mematok batas maksimal defisit di angka 3 persen.

“Walau melembung, kami pastikan di bawah 3 persen,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa strategi fiskal yang diambil pemerintah bukan tanpa alasan. Ia menekankan bahwa pemangkasan belanja secara agresif demi mengejar defisit rendah justru berisiko menekan pertumbuhan ekonomi yang sedang membutuhkan dorongan.

“Kenapa nggak potong belanja agar defisit kecil? Ketika ekonomi kita downfall, kita harus menurunkan stimulus perekonomian. Ini cara pemerintah menjaga ekonomi tumbuh berkesinambungan tanpa membebani APBN,” paparnya.

Kinerja Pendapatan dan Belanja Negara

Dari sisi pendapatan, realisasi sementara penerimaan negara tercatat sebesar Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target APBN 2025 senilai Rp3.005,1 triliun. Sektor perpajakan—yang menjadi tulang punggung pendapatan—menyumbang Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target.

Meski penerimaan pajak dan kepabeanan belum mencapai target 100 persen, sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru menunjukkan kinerja positif dengan realisasi mencapai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target yang ditetapkan.

Di sisi lain, belanja negara tercatat cukup ekspansif. Hingga akhir tahun, realisasi belanja mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target. Belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp2.602,3 triliun, di mana belanja kementerian dan lembaga (K/L) bahkan melonjak hingga 129,3 persen dari pagu, mencapai Rp1.500,4 triliun.

Sementara itu, keseimbangan primer mencatat defisit sebesar Rp180,7 triliun, jauh lebih lebar dibandingkan target awal Rp63,3 triliun. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun berkenaan tercatat sebesar Rp48,9 triliun.

Pemerintah optimistis bahwa bauran kebijakan fiskal yang ditempuh sepanjang 2025 telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, meskipun harus dibayar dengan pelebaran defisit yang mendekati ambang batas.

Laporan: Severinus | Editor: Rivaldy

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…