Kemenpar Catat Kenaikan Signifikan Kunjungan Wisatawan pada Triwulan I 2026

pranusa.id May 9, 2026

FOTO: Widiyanti Putri Wardhana

JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Pariwisata mencatat sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Triwulan I 2026 yang terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, melonjaknya perjalanan wisatawan nusantara, hingga kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian pariwisata pada Maret 2026 tersebut menjadi bukti ketahanan industri nasional di tengah dinamika global, termasuk kondisi geopolitik internasional yang memengaruhi mobilitas wisatawan dunia.

“Secara keseluruhan, pencapaian sektor pariwisata pada bulan Maret 2026 merupakan prestasi yang membanggakan dan membuktikan resiliensi pariwisata Indonesia,” ujar Widiyanti dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan atau meningkat 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 984.769 kunjungan.

Secara kumulatif sejak Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan pelancong asing tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 8,62 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Kementerian Pariwisata turut menerapkan strategi adaptif guna mengantisipasi potensi penurunan kunjungan akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berhasil menjaga pertumbuhan pasar wisatawan dari sejumlah kawasan utama.

Pertumbuhan wisatawan mancanegara asal kawasan Oseania tercatat mencapai 19,32 persen secara tahunan pada Maret 2026, disusul wisatawan asal Asia Tenggara yang tumbuh 18,84 persen, serta wisatawan dari kawasan Asia lainnya yang meningkat sebesar 8,03 persen.

Badan Pusat Statistik juga mencatat rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada Triwulan I 2026 mencapai 1.345,61 dolar AS atau setara Rp22,87 juta dengan asumsi kurs Rp16.992 per dolar AS pada 31 Maret 2026.

Nilai pengeluaran yang meningkat 5,36 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya tersebut menjadi indikator positif bagi penguatan devisa sektor pariwisata Indonesia.

“Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” papar Widiyanti.

Dari sisi wisatawan nusantara, jumlah perjalanan pada Maret 2026 tercatat mencapai 126,34 juta perjalanan atau melonjak 42,10 persen dibandingkan Maret 2025 akibat dorongan momentum libur Nyepi dan Idulfitri.

Secara kumulatif pada periode Januari hingga Maret 2026, perjalanan wisatawan domestik telah mencapai angka 319,51 juta perjalanan atau meningkat 13,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kementerian Pariwisata juga mencatat peningkatan jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada Maret 2026 yang mencapai 793.158 perjalanan atau naik sebesar 36,26 persen dibandingkan Maret 2025.

Meskipun demikian, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara masih jauh lebih tinggi dengan catatan surplus sebesar 0,30 juta kunjungan pada bulan Maret serta surplus kumulatif 0,94 juta kunjungan sepanjang Triwulan I yang dinilai sangat mendukung penguatan net devisa.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata menyumbang kontribusi sekitar 4,01 hingga 5,00 persen terhadap perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026 berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik dan Office of Chief Economist Bank Mandiri.

Tingkat kontribusi tersebut didukung oleh pertumbuhan di sektor akomodasi dan makan minum sebesar 13,14 persen dengan nilai Rp172,7 triliun, jasa lainnya yang tumbuh 9,91 persen senilai Rp136,4 triliun, transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04 persen senilai Rp378,3 triliun, serta jasa perusahaan yang naik 4,91 persen dengan kontribusi sebesar Rp122 triliun.

“Pencapaian Triwulan I mencerminkan kuatnya industri pariwisata dan kepercayaan global terhadap destinasi pariwisata Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Widiyanti.

Laporan: Hendri | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Stop Impor, Prabowo Subianto Sebut Indonesia Akan Swasembada BBM
GORONTALO, PRANUSA.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dengan tegas Indonesia…
Soal Calon Ketum PBNU, Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Said Aqil Punya Peluang Sama
JAKARTA, PRANUSA.ID – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah…
Eks Kabais TNI Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Hanya Kenakalan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional…
Rumah Terbakar Saat Renovasi, Anggota IV BPK RI Haerul Saleh Tutup Usia di Jagakarsa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…
Refleksi Hardiknas: Catatan Kritis untuk Pendidikan di Era Prabowo-Gibran
KOLOM- Pendidikan merupakan bagian dari cita-cita dan tujuan bangsa yang…