
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Haerul Saleh dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hebat yang melanda kediamannya di Jalan TB Simatupang, kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi.
“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Tragedi nahas yang membuat sang menteri menjadi salah satu pihak pertama yang datang melayat ke RSUD Pasar Minggu hingga ikut mengantar jenazah ke ambulans tersebut diketahui berawal dari kepulan asap tebal secara tiba-tiba di tengah aktivitas renovasi kediaman korban.
“Bapak teriak, teriak kebakaran, kita naik lagi sama ngasih tahu warga sini langsung telpon damkar,” ungkap penjaga rumah korban Arpen.
Sang penjaga menjelaskan bahwa area kebakaran yang menjalar sangat cepat tersebut merupakan ruang kerja di lantai empat dan ketika warga mencoba naik ke atas, korban diketahui masih berada di dalam ruangan bersama rekan kerjanya.
“Posisinya memang lagi ada orang, memang bapak sama rekan bapak lagi ada yang dikerjakan, kita naik ke atas ternyata bapak masih di dalam,” ucap Arpen.
Menindaklanjuti laporan warga yang melihat asap hitam mengepul, tim pemadam Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan langsung bergerak melakukan pemadaman pada pukul 08.07 WIB dengan dugaan awal penyebab insiden berkaitan erat dengan bahan mudah terbakar.
“Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah,” ujar Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal.
Si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dengan mengerahkan sejumlah personel pada pukul 08.46 WIB di area seluas 5×10 meter persegi, sementara total kerugian masih didata dan pihak kepolisian menjadwalkan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti.
“Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” tutur Amran.
Kepergian figur profesional yang dikenang memiliki dedikasi tinggi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi jajaran aparatur pemerintahan, keluarga kandung, maupun publik luas.
“Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia,” tutup Amran.
Laporan: Hendri | Editor: Arya