Luhut: Birokrasi Rumit Harus Dipangkas, Teknologi Wajib Permudah Hidup Rakyat

pranusa.id September 9, 2025

FOTO: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (Reuters/Darren Whiteside)

JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa arah pengembangan teknologi di Indonesia harus bertujuan untuk mempermudah kehidupan masyarakat dan memangkas proses birokrasi yang berbelit. Hal ini ia sampaikan merujuk pada peluncuran Mal Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN).

Menurut Luhut, inovasi seperti MPPDN bukan sekadar perubahan administratif, tetapi sebuah langkah konkret untuk mengefisienkan waktu dan tenaga, terutama di sektor-sektor krusial seperti kesehatan.

“Bagi saya, sistem ini bukan sekadar perubahan administratif. Setiap menit yang terselamatkan dari proses birokrasi adalah waktu berharga yang dapat digunakan tenaga kesehatan untuk melayani pasien,” kata Luhut melalui unggahan di akun Instagram-nyaS dikutip Selasa, 9 September 2025.

Perizinan Nakes Kini Lebih Cepat dan Gratis

MPPDN merupakan sebuah platform digital terpadu yang menghubungkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Salah satu terobosan utamanya adalah penyederhanaan proses izin praktik bagi tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat.

Melalui sistem ini, pengurusan izin kini dapat dilakukan sepenuhnya secara daring, membuatnya lebih cepat, sederhana, dan tanpa biaya.

“Makin cepat izin terbit, maka makin cepat pula dokter, bidan, atau perawat dapat hadir di puskesmas, klinik, hingga pelosok negeri,” jelas Luhut. Ia menambahkan bahwa kemudahan ini akan mendorong pemerataan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Luhut mengingatkan, pengalaman pandemi COVID-19 telah membuktikan peran krusial data dan teknologi dalam menyelamatkan nyawa. Digitalisasi, menurutnya, adalah kebutuhan mendesak untuk menciptakan terobosan dan mempercepat pengambilan keputusan yang bermanfaat bagi rakyat.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan MPPDN, yang dinilainya sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat.

“Semoga upaya baik ini menjadi fondasi bagi layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas di masa depan,” tutupnya.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Sempat Disetrum Hingga Ditendang Militer Israel, 9 Relawan GSF 2.0 Asal Indonesia Berhasil Dibebaskan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul…
Rayakan HUT Ke-13, Social Movement Institute Gelar Konser Kritik “Bangkitlah Politik Anak Muda” di Titik Nol Jogja
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Organisasi pergerakan pemuda Social Movement Institute merayakan…
Kritik Keras Kinerja Pejabat, Anies Minta Pemerintah Setop Beri ‘Obat Tidur’ dan Bercanda di Tengah Krisis
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan…
Minta Rakyat Rekam Aparat Pembeking Koruptor, Prabowo: Jangan Dilawan, Langsung Lapor ke Saya!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan…
Sahroni Dukung Penuh Sikap Keras Prabowo Sikat Aparat Nakal Pembeking Kejahatan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar memberangus…