
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan keras terkait maraknya keterlibatan oknum aparat yang menjadi pelindung bagi para pejabat maupun pengusaha korup di Tanah Air.
Teguran tajam mengenai praktik kotor tersebut disuarakan secara langsung oleh kepala negara dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI yang diselenggarakan di kawasan Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (20/5).
Dalam pemaparannya di hadapan para wakil rakyat, ia secara blak-blakan menyentil bahwa para pembeking tersebut umumnya sangat identik dengan penggunaan seragam dinas berwarna hijau ataupun cokelat yang merujuk pada instansi militer dan kepolisian.
“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya, backing-nya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau ya coklat, betul,” kata Prabowo yang seketika langsung dijawab dengan nada persetujuan oleh seluruh peserta rapat.
Mengingat posisinya sebagai seorang senior sekaligus alumni, ia menjamin tidak akan pernah ragu untuk memberikan sanksi berat kepada setiap oknum berseragam yang nekat mencoreng nama baik institusi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“TNI dan Polri adalah tentara dan polisi milik rakyat, harus berjuang untuk rakyat,” tegasnya.
Guna memberangus mafia tersebut, pemimpin eksekutif ini secara terbuka meminta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk berani merekam dan melaporkan setiap bentuk perilaku menyimpang dari oknum penegak hukum di lapangan.
“Kalau ada kelakuan aparat yang enggak beres, saya minta rakyat video, langsung video, jangan engkau melawan, jangan dilawan, video saja, lapor langsung ke saya,” ujar Prabowo.
Pada sesi pidato sebelumnya, ia juga sempat mengutarakan keprihatinannya atas kelakuan para pejabat maupun pengusaha nakal yang masih saja mencoba menyembunyikan hasil kejahatan di tengah pesatnya perkembangan sistem pengawasan pemerintah.
Ia memastikan bahwa pihak pemerintah saat ini telah memegang kendali atas instrumen radar berteknologi pertahanan tingkat tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan objek hingga jauh ke bawah permukaan tanah.
“Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah, radar sekarang bisa mencari ranjau, kita akan pakai untuk mencari bungker-bungker di sekitar kau,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pantauan radar penembus bumi, jajaran pemerintah pusat juga siap memaksimalkan pemakaian tangkapan citra satelit antariksa guna mengawasi berbagai sektor industri rawan manipulasi seperti area perkebunan.
“Enggak usah kita cek fisik, kita bisa foto, tiap pohon kita bisa foto, pohon per pohon kita bisa foto, jadi kau mau nipu bagaimanapun, kita akan ketemu penipuan kau saudara-saudara sekalian,” tandas Prabowo.
Laporan: Hendri | Editor: Michael