Pertamina Kembangkan Inisiatif Bisnis Hijau

pranusa.id November 9, 2022

(Ilustrasi Pertamina: jitunews.com)
PRANUSA.ID– PT Pertamina mengembangkan inisiatif bisnis hijau untuk mendukung Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060. Antara lain bahan bakar nabati, energi terbarukan, penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon, baterai dan kendaraan listrik, hidrogen, serta bisnis karbon.

“Pertamina berkomitmen mendukung komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Oleh karena itu, strategi bisnis kami terdiri dari dua pilar, yakni dekarbonisasi bisnis inti dan pembangunan bisnis hijau,” kata CEO Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (8/11/2022).

Dannif mengatakan Pertamina telah mengalokasikan 14% dari proyeksi belanja modal 2022-2060 atau US$ 70-80 miliar untuk pengembangan energi bersih, baru, dan terbarukan. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya menggunakan sumber daya domestik untuk memasok energi domestik menuju pembangunan hijau dan dekarbonisasi.

Dia menjelaskan bahwa dalam upaya tersebut Pertamina membangun rantai pasokan minyak gas terintegrasi untuk memasok kebutuhan domestik. Selain itu, membangun portofolio energi baru dan terbarukan dengan menggunakan sumber daya dalam negeri.

Kemudian Pertamina mengembangkan bauran energi lebih hijau dengan mengurangi pangsa produk olahan dan LPG dari 81% menjadi 61%, meningkatkan pangsa gas dari 3% menjadi 19%, dan meningkatkan porsi EBT dari 1% menjadi 17%.

Dannif mengatakan pengembangan bisnis hijau dan teknologi bersih untuk mendukung transisi energi membutuhkan investasi yang besar. Sehingga Pertamina menggandeng mitra nasional dan global untuk menjajaki kemitraan dalam program dekarbonisasi, bisnis hijau, dan mempercepat pertumbuhan EBT. Dia pun mengaku kesempatan ini terbuka bagi pihak perbankan.

“Keterjangkauan transisi energi bersih akan tergantung pada pengurangan biaya dan peningkatan ketersediaan modal,” ujar dia.

Untuk mendukung transisi energi di Indonesia, Pertamina juga melakukan optimalisasi potensi dan peningkatan kapasitas terpasang energi baru terbarukan. Di mana Pertamina mempelopori pemanfaatan EBT di Indonesia dengan memproduksi hidrogen hijau dan biru sebanyak 3 juta ton per tahun pada 2060 sekaligus total kapasitas terpasang EBT sebanyak 60 GW pada 2060.

“Pertamina juga akan melakukan komersialisasi hidrogen hijau dan biru dan mengambil peran strategis dalam ekosistem terintegrasi baterai dan penyimpanan energi Indonesia melalui pengembangan industri kendaraan listrik bertenaga baterai dengan bekerja sama dengan beberapa perusahaan milik negara,” jelas dia.

Selain itu, Pertamina melakukan upaya peningkatan kapasitas kilang untuk menghasilkan bahan bakar hijau. Melalui beberapa proses di kilang hijau, Pertamina menghasilkan bahan bakar lebih ramah lingkungan yang berasal dari minyak sawit, yaitu biodiesel,green diesel,green avtur, dangreen gasoline.

“Saat ini Pertamina juga berhasil meraih score ESG di level medium risk dengan nilai 22.1. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam implementasi bisnis yang ramah lingkungan dan taat pada tata kelola perusahaan yang baik,” pungkas Dannif.

Laporan: Severinus THD.

Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…