
SURAKARTA, PRANUSA.ID – Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe Convention Hall di Kabupaten Karanganyar pada hari Sabtu (20/6/2026) dan Minggu (21/6/2026).
Gelaran tersebut merupakan ajang Kapolda Jateng Cup 2026 yakni turnamen eSports Mobile Legends: Bang Bang sebagai seleksi menuju Kapolri Cup 2026.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo secara resmi telah membuka Turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026.
Kompetisi beregu lima lawan lima yang menerapkan seleksi berjenjang sangat ketat dari tingkat polres ini menjadi wadah positif bagi generasi muda.
Ajang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan mentalitas juara dan sportivitas peserta menuju eSports Kapolri Cup 2026.
Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa ajang ini merupakan wujud komitmen Polda Jawa Tengah untuk hadir dekat dengan anak muda melalui ruang yang positif, kreatif, dan kompetitif.
Menurutnya, eSports bukan hanya soal permainan, melainkan juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, sportivitas, kemampuan strategi, serta mental juang generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern”, tandas Ribut.
Ia menambahkan bahwa generasi muda diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak dan ikut menjaga persatuan masyarakat tanpa melakukan perilaku negatif di ruang digital.
“Kami berharap Kapolda Jateng Cup 2026 dapat menjadi momentum lahirnya talenta muda berprestasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial”, harapnya.
Di sela penyelenggaraan turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta tersebut, PT Indo Premier Sekuritas turut menggelar program literasi keuangan.
Program bertajuk Generasi Jateng Cerdas Rupiah tersebut secara khusus menyasar komunitas eSports dan para pemuda.
Inisiatif ini memanfaatkan momentum festival Generasi Z untuk memberikan edukasi finansial yang mampu mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.
IPOT hadir ke tengah para gamers dengan membawa misi besar sebagai AI Transformation Platform for Indonesia.
Edukasi ini berhasil menjaring minat ratusan anggota komunitas eSports yang hadir di lokasi berkat penerapan gaya pendekatan yang sangat relevan dengan dunia gaming.
Presiden Direktur sekaligus CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports dengan pertumbuhan investor muda.
Kelompok Generasi Z dan Milenial tersebut saat ini dinilai telah menjadi tulang punggung utama bagi pergerakan pasar modal nasional.
Namun, Moleonoto menyebut terdapat anomali kritis berupa fenomena ketakutan tertinggal tren atau Fear of Missing Out di kalangan anak muda.
Data SNLIK OJK tahun 2025 menunjukkan adanya ketimpangan tajam antara inklusi keuangan anak muda dengan literasi finansial yang baru menyentuh angka 73,22 persen.
Kesenjangan sebesar 16,74 persen ini menjadi alarm keras bahwa satu dari lima anak muda nekat berinvestasi tanpa memahami profil risiko secara komprehensif.
Moleonoto menegaskan bahwa IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor platform investasi berbasis AI yang menggabungkan literasi finansial, teknologi, dan edukasi.
IPOT melalui keterlibatannya di Kapolda Jateng Cup 2026 mendemokratisasikan fitur AI Trading canggih agar dapat digunakan secara gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia.
Transformasi revolusioner ini mengubah peran IPOT melampaui sekuritas konvensional menjadi sebuah pusat literasi finansial yang terintegrasi penuh.
Teknologi kecerdasan buatan di dalamnya berfungsi secara otomatis sebagai pelindung modal dan penegak disiplin investasi demi menghindari bias emosional penggunanya.
Seluruh ekosistem digital ini dipayungi oleh arsitektur keamanan siber berlapis untuk mencetak para investor cerdas yang mandiri secara finansial.
“Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat”, ujar Moleonoto.
Ia meyakini bahwa karakter tangkas dan disiplin itulah yang juga sangat dibutuhkan dalam dunia investasi.
“Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik”, tambahnya.
Edukasi bertajuk Rahasia Menjadi Pro Player Finansial di Era AI yang dibawakan oleh Equity Analyst IPOT Brigita Kinari berhasil mendobrak stigma bahwa literasi keuangan itu membosankan.
IPOT membuktikan bahwa ketangkasan digital dan taktik makro para pemain sejatinya memiliki kemiripan substantif dengan strategi mengelola modal di pasar keuangan dunia nyata.
“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya”, tegas Brigita.
Ia memandang bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan mutlak diperlukan untuk membantu pemain membangun masa depan finansial yang kokoh.
Brigita lantas mengajak komunitas gamers untuk menyelaraskan keterampilan di dalam permainan mereka menjadi empat kemampuan literasi finansial yang cerdas.
IPOT turut menganalogikan instrumen investasi layaknya pemilihan fungsi build item pada permainan Mobile Legends untuk memudahkan pemahaman para peserta.
Brigita menambahkan bahwa proses pengelolaan keuangan juga membutuhkan urutan farming yang logis layaknya fase awal permainan menuju strategi akhir.
Para investor pemula diajak untuk mengamankan dana likuid terlebih dahulu dan mulai konsisten mengumpulkan aset secara rutin hingga mencapai pertumbuhan yang eksponensial.
Instrumen xRDN dari IPOT turut diperkenalkan kepada publik sebagai basis pertahanan awal dengan tingkat imbal hasil dasar dua persen per tahun untuk melawan ancaman inflasi.
Keriuhan festival eSports di De Tjolomadoe terasa semakin berbeda berkat kolaborasi apik antara PT Indo Premier Sekuritas dan produsen teknologi global Infinix.
Kedua perusahaan besar tersebut sukses menyulap arena pertandingan menjadi ruang literasi finansial yang seru melalui kampanye masif untuk memikat generasi digital.
Pusat perhatian para pengunjung sukses tertuju pada stan interaktif seluas 6×2 meter yang dilengkapi fasilitas stan foto berbasis kecerdasan buatan serta kehadiran para cosplayer.
Kampanye edukatif tersebut juga menyusup langsung ke layar kaca para penonton melalui integrasi livestream overlay saat siaran langsung pertandingan berlangsung.
Lewat jembatan visual interaktif ini, para pengunjung disuguhkan analogi kuat bahwa keahlian mengelola sumber daya di dalam permainan sejalan dengan prinsip investasi di dunia nyata.
Pengunjung yang mempraktikkan taktik tersebut langsung difasilitasi dengan bimbingan tatap muka bersama penasihat keuangan berlisensi untuk memandu pembukaan akun secara aman.
Mereka juga ditantang untuk mengikuti berbagai aktivitas seru dengan hadiah saldo investasi xRDN IPOT yang terproteksi.
Hadiah saldo tersebut sengaja dipersiapkan sebagai modal awal bagi para gamers muda untuk mulai melatih tingkat kedisiplinan berinvestasi sejak dini.
Kolaborasi edukatif ini membuktikan bahwa proses belajar investasi bisa terasa sama asyiknya dengan upaya mengejar gelar pemain terbaik di dalam arena pertandingan.
Sebagai aplikasi andalan, IPOT turut membuka akses teknologi analisis institusional premium secara gratis tanpa prasyarat saldo minimum bagi para investor ritel muda.
Beberapa fitur unggulan berbasis kecerdasan buatan yang diperkenalkan meliputi AI Live Trade, Trade Desk, Live Orderbook, Bandar Detection, serta IPOT Views.
Komunitas eSports juga diingatkan agar tidak menjadi korban peretasan finansial dengan cara mengaktifkan fitur perlindungan antipishing, menjaga kerahasiaan kode OTP, serta memanfaatkan fitur manajemen perangkat.
Edukasi interaktif bergaya modern ini dinilai sukses melengkapi kemeriahan turnamen yang juga diwarnai oleh kompetisi cosplay, penampilan musik, serta sesi jumpa penggemar.
Melalui integrasi kokoh antara generasi muda, komunitas digital, dan kecerdasan buatan tersebut, IPOT berhasil membuktikan langkah nyatanya dalam memimpin rantai transformasi finansial bangsa.