Buat Lagu Hujat Nabi Muhammad, Pria Musisi Ini Dijatuhi Hukuman Gantung

pranusa.id August 11, 2020

Ilustrasi penjara. (Bantenhits.com)

PRANUSA.ID — Pengadilan Tinggi Syariah di Hausawa Filin Hockey, Negara Bagian Kano, menjatuhkan vonis hukuman mati dengan cara digantung kepada seorang pria musisi Nigeria bernama Yahaya Sharif-Aminu (22) yang dituduh melakukan penistaan agama.

Dikutip dari BBC, Selasa (11/8/2020), musisi itu diketahui menyanyikan sebuah lagu dengan lirik menyesatkan yang kemudian disebarkan melalui aplikasi WhatsApp pada Maret lalu.

Lirik itu disebut para pengkritik Sharif-Aminu merupakan cerita tentang seorang imam dari perkumpulan Muslim Tijaniya yang disanjung melebihi Nabi Muhammad.

Hakim Aliyu Muhammad Kani memberikan kesempatan kepada Sharif-Aminu untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut. Namun, sang musisi disebut tak membantah tuduhan yang diarahkan padanya.

Dia juga sempat menghilang dan bersembunyi usai menciptakan lagu kontroversial yang memicu aksi protes dari para pengunjuk rasa.

Rumah keluarganya dibakar dan para penuntut tindakannya berkumpul di luar markas besar kepolisian Syariah yang dikenal sebagai Hisbah pada saat itu.

Sharif-Aminu saat ini telah ditangkap dan ditahan di balik jeruji penjara. Tindakan penangkapan itu dinilai pemimpin pengujuk rasa, Idris Ibrahim, sebagai peringatan bagi orang lain untuk tidak melakukan hal serupa.

“Hukuman ini akan mencegah orang lain untuk bisa menghina agama dan nabi kami, dan mereka tak bisa pergi tanpa hukuman,” kata Ibrahim.

Sebagai informasi, mayoritas penduduk di 12 negara bagian utara Nigeria adalah Muslim. Mereka menggunakan hukum sekuler dan Syariah.

Namun, di pengadilan hukum Syariah tidak dapat berlaku bagi non-Muslim sehingga sistem keadilan syariah hanya berlaku bagi Muslim.

(Cornelia)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…