Duh! Vaksin Corona Ternyata Perlu Disuntik Lebih dari Sekali

pranusa.id July 28, 2020

Foto: Bill Gates. (Indopolitika.com)

PRANUSA.ID — Jika seseorang ingin kebal dari SARS-CoV-2, maka diperlukan vaksin virus corona lebih dari sekali. Sekitar 7 miliar vaksinasi disebut memerlukan dosis ganda sehingga harus ada upaya global untuk vaksin tersebut.

Hal itu disampaikan Bill Gates dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi CBS. “Tidak ada satu pun vaksin pada saat ini yang kelihatannya akan bekerja dengan dosis tunggal,” kata dia dilansir Kumparan, Rabu (22/7/2020).

Pendiri Microsoft itu juga mengatakan bahwa vaksin tersebut juga perlu diberikan hingga 70 persen populasi di dunia.

“Jika apa yang Anda coba lakukan adalah memblokir semua transmisi, maka Anda perlu mendapatkan cakupan 70-80 persen secara global. Jadi itu angka yang luar biasa besar,” imbuh Gates.

Pernyataan Gates itu diketahui muncul setelah pengembang vaksin virus corona memperingatkan soal adanya kemungkinan pemberian satu dosis tidak akan memberikan kekebalan penuh.

Seorang ahli imunologi dan profesor kesehatan masyarakat di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Barry Bloom, menyatakan bahwa hampir semua pengembang vaksin mempertimbangkan dua suntikan dalam vaksin yang dibuat.

“Sejauh yang saya ketahui, dengan satu set pengecualian, semua pengembang vaksin terdepan sedang mempertimbangkan dua suntikan,” ujar dia, dikutip dari USA Today.

Jadi, ahli menginginkan sebulan setelah seseorang menerima dosis vaksin pertama, maka akan disuntikkan dosis vaksin kedua, dan beberapa tahun kemudian menerima suntikan dosis lanjutan.

“Satu-satunya pengecualian adalah Merck, yang pekan lalu mendorong dua vaksin, yang masing-masing diharapkan akan menjadi vaksin satu kali pakai,” kata Bloom.

Saat ini, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Senin (27/7/2020), sebanyak 25 pengembang vaksin telah menguji vaksin buatan mereka kepada manusia.

Empat pengembang diantaranya, yaitu Moderna, Sinopharm, Sinovac, dan AstraZeneca yang tengah menjalani tahap uji klinis fase ketiga.

Jika lolos, maka vaksin buatan itu akan memasuki tahap evaluasi akhir terkait keamanan dan keefektifan vaksin untuk digunakan atau tidak.

(Cornelia)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Dokumen “Epstein Files” Bocor, Eks Penasehat Donald Trump Terungkap Pernah Ingin Gulingkan Paus Fransiskus
WASHINGTON – Dokumen Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman…
Operasi Liong Kapuas 2026: Ratusan Aparat Diterjunkan Amankan Perayaan Imlek di Kota Singkawang
SINGKAWANG – Kepolisian Resor (Polres) Singkawang, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat,…
Survei Voxpol Center: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja 1 Tahun Gubernur NTT Capai 80,5 Persen
JAKARTA – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur…
Sebanyak 66 Perempuan Palestina Mendekam di Penjara Israel, Ada Anak di Bawah Umur
RAMALLAH – Jumlah perempuan Palestina yang saat ini ditahan di…
MRP Kecam Keras Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Boven Digoel
JAYAPURA – Majelis Rakyat Papua (MRP) secara resmi melontarkan kecaman…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26