Lulus 100 Persen, Siswa Kelas XII SMA Kolese De Britto Gelar Long March dan Bagikan 200 Sembako

pranusa.id May 11, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – SMA Kolese De Britto secara resmi menyelenggarakan acara pengukuhan kelulusan 100 persen bagi para siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di aula sekolah pada Sabtu (9/5/2026).

Acara kelulusan tersebut mengusung tema Tersemai Biji Menjadi Api: Pergilah dan Nyalakanlah Dunia yang terinspirasi dari pesan Santo Ignatius Loyola kepada Fransiskus Xaverius yakni Ite, inflammate omnia atau pergilah dan nyalakanlah segalanya.

Rangkaian prosesi pembukaan diawali dengan iring-iringan cucuk lampah tarian tradisional, disusul kehadiran pembawa bendera Merah Putih, bendera JB, dan bendera Tut Wuri Handayani.

Para pembawa papan kelas kemudian berjalan memasuki aula yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII, wali kelas masing-masing, jajaran direksi, serta ketua pengurus yayasan.

Perjalanan siswa selama tiga hingga empat tahun tersebut dipastikan tidak hanya berfokus pada sisi akademik, melainkan dirancang sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya.

“Pendidikan di De Britto dirancang sebagai proses formasi manusia seutuhnya dengan kelas X menjadi masa adaptasi, kelas XI sebagai masa sosialisasi, dan kelas XII menjadi masa internalisasi nilai hidup melalui pengalaman seperti LKTD, live in sosial, dan retret,” lapor Robertus Arifin Nugroho dalam pemaparan pendidikannya.

Seluruh nilai yang ditanamkan selama masa pendidikan tersebut terangkum dalam semangat 1L dan 5C yang meliputi Leadership, Compassion, Competence, Conscience, Commitment, dan Consistency.

“Budaya khas De Britto menjadi fondasi penting agar para lulusan mampu berkembang dan mengabdi bagi bangsa dan negara,” ujar Panewu Anom sekaligus Sekretaris Camat R. Hery Subagio, S.E., M.E.

Kesuksesan pencapaian kelulusan 100 persen siswa kelas XII tersebut turut mendapat apresiasi langsung dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Kami berharap para lulusan De Britto terus berkembang sesuai potensi masing-masing dan mampu menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi, S.Sos., M.M.

Harapan senada terkait kebermanfaatan ilmu bagi sesama manusia juga turut disampaikan oleh perwakilan orang tua siswa dalam sambutannya di hadapan para hadirin.

“Para siswa jangan melupakan tanggung jawab hidup dan terus menghadirkan kebaikan bagi dunia karena keberhasilan seseorang diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa dibagikan kepada sesama,” tutur perwakilan orang tua Ch Tri Merry Viviana Purwiantivi.

“Kepandaian tanpa kepedulian akan kehilangan makna karena kecerdasan sejati justru menemukan nilainya ketika digunakan untuk melayani dan memperjuangkan sesama,” tambah Ketua Pengurus Yayasan Romo Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ.

Semangat pelayanan tersebut juga diamini oleh perwakilan siswa yang berkomitmen untuk terus berjuang bersama masyarakat luas demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

“Lulusan De Britto diharapkan tetap menghidupi semangat man for and with others, hadir, berjalan, dan berjuang bersama sesama demi kehidupan yang lebih manusiawi,” tegas perwakilan siswa Daniel Edhi Wicaksono.

Setelah acara resmi di dalam aula selesai, para orang tua kelas XII menyelenggarakan acara syukuran dan ramah tamah berupa makan bersama di halaman sekolah melalui dana hasil bantingan atau iuran bersama.

Rangkaian perayaan kelulusan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan jalan kaki bersama atau long march menuju Tugu Yogyakarta pada pukul 15.00 WIB.

Dalam perjalanan menuju Tugu tersebut, para siswa mengadakan aksi bakti sosial dengan membagikan sekitar 200 paket sembako kepada tukang becak, juru parkir, dan keluarga prasejahtera yang ditemui di sepanjang rute perjalanan.

Kegiatan pembagian paket sembako hasil gotong royong antara siswa dan orang tua tersebut dinilai menjadi wujud nyata dari ungkapan rasa syukur melalui tindakan berbagi.

“De Britto itu Indonesia mini, ketika mereka berjalan menuju Tugu, itu menjadi ungkapan syukur bahwa mereka diterima, berkembang, dan menemukan diri mereka di Jogja,” ungkap salah satu orang tua siswa mengenai keberagaman latar belakang daerah asal Nusantara para pelajar tersebut.

Sesampainya di kawasan Tugu Yogyakarta, seluruh siswa menyanyikan Mars De Britto sebelum akhirnya kembali ke area sekolah dengan membawa slogan Jogja Pancen Istimewa serta De Britto, Bertumbuh untuk Berbagi.

Seluruh rangkaian pengukuhan tersebut diakhiri dengan prosesi penyematan pin oleh presiden alumni sebagai penanda resmi bergabungnya para lulusan ke dalam Ikatan Alumni Kolese De Britto.

Laporan: Humas SMA Kolese De Britto | Editor: Michael

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…