Israel Terus Tindas Palestina, Abbas Pertanyakan Sikap Dunia Internasional

pranusa.id September 27, 2022

Ilustrasi: Kerabat warga Palestina, Mohammed Al-Tamimi, yang tewas oleh pasukan Israel dalam bentrokan, menangis saat pemakamannya di Deir Nidham, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat (24/7/2021).

PRANUSA.ID– Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan teguran keras pada masyarakat internasional karena membiarkan Israel bertahan dengan penghancuran negaranya. Abbas juga menyalahkan PBB atas apa yang terjadi di Palestina .

Berbicara di Majelis Umum PBB, Abbas menggambarkan kolonisasi tanah Palestina oleh Israel sebagai “noda pada seluruh umat manusia,” dan bertanya mengapa komunitas internasional membuat “pengecualian” pada Palestina, dengan membiarkan Israel bertindak tanpa hukuman.

“Saya memberi tahu Anda atas nama rakyat Palestina, bahwa kepercayaan kami untuk mencapai perdamaian berdasarkan keadilan sedang mengalami kemunduran. Apakah Anda ingin meredam harapan yang kita miliki?” tanya Abbas, seperti dikutip dari Arab News.

“Israel telah memutuskan untuk tidak menjadi mitra kami dalam proses perdamaian, dan telah merusak setiap upaya untuk menemukan perdamaian dengan menerapkan kebijakan yang menghancurkan solusi dua negara karena tidak percaya pada perdamaian, tetapi pada pengenaan paksa status quo,” lanjutnya.

Abbas menggambarkan hubungan antara Israel dan Palestina sebagai “negara pendudukan dan orang-orang yang diduduki.”

“Berapa lama kita harus menunggu tanah kita? Haruskah kita menunggu satu abad, dua abad? Mengapa kita satu-satunya orang yang tersisa di bawah pendudukan?” ungkap Abbas.

“Mengapa Israel dianggap tidak bertanggung jawab atas pelanggarannya terhadap hukum internasional? Siapa yang melakukan ini? Anda, PBB, izinkan ini, dan di atas semua ini, yang paling kuat di PBB. Mengapa standar ganda ini? Mengapa mereka tidak memperlakukan kita dengan setara?” lanjtu Abbas.

Abbas mengatakan, Israel sejauh ini telah melakukan lebih dari 50 pembantaian terhadap warga Palestina. Lebih lanjut, ia mempertanyakan bagaimana PBB, sebuah lembaga yang dibangun untuk menegakkan hukum internasional, membiarkan Israel melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Masyarakat internasional harus meminta pertanggungjawaban mereka, dan kami meminta masyarakat internasional untuk melakukan ini,” katanya.

“Negara-negara seperti AS berpura-pura menegakkan hukum internasional dan melindungi hak asasi manusia, sementara secara bersamaan memberikan dukungan tak terbatas kepada Israel dan melindunginya dari pertanggungjawaban—perilaku yang memungkinkan penjajah untuk mengejar kebijakan permusuhannya,” ujar Abbas.

Laporan: Jessica C.

Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…