
VENEZUELA, PRANUSA.ID – Korban jiwa akibat guncangan gempa bumi dahsyat di Venezuela terus dilaporkan bertambah secara signifikan hingga hari Sabtu (4/7/2026).
Pemerintah Venezuela mencatat setidaknya 2.954 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 16.592 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyatakan bahwa tim penyelamat sejauh ini telah berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari reruntuhan bangunan.
Gempa besar tersebut mengakibatkan 856 bangunan rusak berat, dengan 190 unit di antaranya roboh total dan memaksa warga kehilangan tempat tinggal.
“Jam-jam dan hari-hari pertama setelah bencana akan membentuk seluruh tahapan respons berikutnya,” ujar Direktur Jenderal IOM Amy Pope.
Untuk mempercepat operasi penyelamatan, pemerintah mengerahkan 29.567 personel yang didukung oleh 3.281 petugas dari berbagai negara.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat, bencana ini dipicu oleh dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi dalam selang waktu sangat singkat.
Hingga saat ini, pihak berwenang mencatat telah terjadi sedikitnya 942 kali gempa susulan yang terus menyulitkan proses evakuasi.
PBB memperkirakan skala dampak bencana ini mencapai 6,76 juta penduduk di seluruh wilayah terdampak.
Kawasan ibu kota Caracas menjadi salah satu fokus utama penanganan darurat karena dihuni oleh sekitar 2 juta penduduk dengan kerentanan infrastruktur yang tinggi.
Analisis citra satelit oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi menunjukkan tingkat kerusakan bangunan mencapai 31,5 persen di kawasan Catia La Mar.
Saat ini, bantuan kemanusiaan berupa makanan, perlengkapan tempat penampungan, dan perlindungan bagi kelompok rentan sedang disalurkan secara intensif.
Laporan: Henri | Editor: Michael