Korsel Janji Usut Tragedi Malam Halloween dengan Cepat

pranusa.id November 2, 2022

Ilustrasi: Korea Selatan.

PRANUSA.ID– Korea Selatan (Korsel) menjanjikan penyelidikan yang cepat dan intensif terhadap insiden malam Halloween yang menewaskan 150 orang lebih dan mendorong langkah preventif yang lebih tegas untuk mencegah bencana serupa.

Total korban tewas dalam insiden berdesak-desakan di malam Halloween di Seoul menjadi 156 orang dan korban luka 151 orang, sebanyak 29 diantaranya dalam kondisi kritis. Sekitar 26 korban tewas merupakan warga negara asing dari 14 negara.

Puluhan ribu orang yang kebanyakan remaja dan dewasa muda berdesak-desakan di sebuah jalanan sempit di distrik Itaewon yang populer. Mereka merayakan pesta Halloween pertama dalam tiga tahun.

Menteri Dalam Negeri Lee Sang-min yang merupakan pejabat keamanan domestik tertinggi di Korsel menyampaikan permohonan maaf. Ia berjanji untuk mencari tahu penyebab peristiwa itu dan mencegah peristiwa yang sama terulang.

“Sebagai menteri yang mengawasi keselamatan publik, saya menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini,” kata Lee, Selasa (1/11/2022).

Dalam pidato yang disampaikan di Kongres ia menambahkan pemerintah “memiliki tanggung jawab tak terbatas pada keselamatan rakyat”. Ia dikritik usai mengatakan mengerahkan lebih banyak polisi tidak akan mencegah bencana di Itaewon terjadi.

Komisioner Kepolisian Nasional Korsel Jenderal Yoon Hee Keun mengakui pengendalian massa saat peristiwa terjadi “tidak cukup.” Ia mencatat malam itu polisi menerima beberapa laporan yang memperingatkan potensi bencana di Itaewon.

“Polisi akan menggelar penyelidikan dan inspeksi yang cepat dan sangat intensif pada semua aspek tanpa terkecuali untuk menjelaskan kebenaran kejadian ini,” kata Yoon.

Perdana Menteri Han Duck-soo juga mengatakan akan menggelar penyelidikan yang mencakup apakah lembaga-lembaga pemerintah tidak menanggapi dengan tepat laporan sebelum insiden terjadi. Ia menyalahkan tindakan yang tidak cukup dalam mengendalikan massa.

Presiden Yoon Suk-yeol menetapkan masa berkabung nasional selama satu pekan. Ia mengatakan terlalu banyak bencana keselamatan yang terjadi di Korsel. Ia mengatakan respon sangat penting, termasuk pengendalian massa.

“Kami harus mengambil tindakan keselamatan yang konkrit untuk mengelola massa, tidak hanya di jalan-jalan di mana bencana masif terjadi tapi juga di tempat lain seperti stadion dan venue konser di mana massa berkumpul,” katanya dalam rapat kabinet.

Semua korban telah diidentifikasi dan altar pemakaman telah di pasang di alun-alun kota Seoul dan distrik Itaewon. Di sana masyarakat memberikan penghormatan terakhir untuk para korban.

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…