Percepat Pembangunan Bandar Antariksa Biak, Rusia Nyatakan Kesiapan Beri Dukungan Teknologi

pranusa.id February 14, 2026

ILUSTRASI: Rusia.

JAKARTA – Rusia menyatakan kesiapan penuh untuk berpartisipasi dalam pembangunan Bandar Antariksa Biak di Papua, yang merupakan proyek strategis nasional untuk memperkuat kemandirian akses antariksa Indonesia.

Dukungan kerja sama ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mendapatkan kolaborasi teknologi dan transfer pengalaman peluncuran roket dari Negeri Beruang Merah.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa Rusia siap terlibat dan membantu secara teknis apabila Indonesia membutuhkan pendampingan dalam mengimplementasikan proyek antariksa tersebut.

“Jika mitra tertarik untuk memanfaatkan pengalaman dan teknologi Rusia dalam pelaksanaan proyek semacam itu, kami bersedia berpartisipasi dalam implementasinya atas dasar saling menguntungkan,” kata Tolchenov.

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini juga tengah menggenjot percepatan realisasi infrastruktur darat peluncuran antariksa tersebut melalui penyelarasan regulasi lintas sektor.

“BRIN sedang memformulasikan regulasi turunan agar setelah pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), penetapan lokasi dan implementasi pembangunan dapat segera dilakukan, termasuk pembukaan lahan BRIN di Biak yang direncanakan mulai tahun 2026,” ujar Kepala BRIN, Arif Satria.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, memastikan bahwa landasan hukum pembangunan pelabuhan antariksa ini sudah sangat kuat dan siap dieksekusi secara operasional.

“RPP tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa telah menyelesaikan proses harmonisasi dan siap menjadi dasar operasional pembangunan. Selain itu, rencana induk keantariksaan perlu diperbarui hingga 2045 agar sejalan dengan visi pembangunan nasional,” kata Anugerah.

Secara teknis, pemilihan Pulau Biak di Papua didasarkan pada keunggulan geografisnya yang berada sangat dekat dengan garis khatulistiwa. Posisi ekuatorial tersebut memberikan gaya dorong alami dari rotasi bumi, sehingga mampu menciptakan efisiensi energi dan menekan biaya peluncuran roket secara signifikan, khususnya untuk misi menuju orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO).

Pengembangan proyek berskala internasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat diplomasi teknologi, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian di kawasan timur Indonesia.

“Ekonomi antariksa global diperkirakan mencapai sekitar lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia. Pembangunan Bandar Antariksa Biak akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan diplomasi antariksa,” jelas Anugerah memungkasi.

Laporan: Marsianus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…