
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Masjid Agung Imam Khomeini, Teheran, Minggu (5/7/2026).
Massa yang hadir dalam prosesi tersebut menyerukan tuntutan agar pemerintah Iran segera membalaskan dendam atas kematian sang pemimpin akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Ayatollah Ali Khamenei diketahui tewas bersama anggota keluarganya dalam serangan udara besar-besaran di kediaman resminya pada 28 Februari 2026 lalu.
Korban serangan tersebut mencakup menantu, putri, serta cucu perempuannya yang masih bayi.
Dalam suasana yang penuh kemarahan, para pelayat terlihat mengibarkan bendera merah bertuliskan ‘Ya la-Tharat al-Husayn’.
Bendera tersebut merupakan simbol perlawanan yang merujuk pada seruan menuntut keadilan pasca-Pertempuran Karbala di akhir abad ketujuh.
“Matilah Amerika,” teriak massa di luar kompleks masjid sebagai bentuk protes keras terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Prosesi pemakaman yang direncanakan berlangsung selama sepekan ini diprediksi akan diikuti oleh sekitar 30 juta orang dari Iran maupun Irak.
Jenazah Khamenei dijadwalkan akan diarak melalui lima kota besar serta melewati sejumlah situs suci Syiah di Irak, termasuk Karbala dan Najaf.
Perjalanan panjang prosesi pemakaman ini akan berakhir di kota suci Mashhad yang merupakan tempat kelahiran sang pemimpin.
Upacara ini menandai puncak masa berkabung nasional yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan setelah insiden tersebut terjadi.