Siapkan Skenario Serangan Baru, Militer AS Incar Fasilitas Vital dan Komandan Garda Revolusi Iran

pranusa.id April 24, 2026

USA vs Iran (Copyright: ©rolffimages )

JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di tengah masa gencatan senjata menyusul laporan yang menyebutkan bahwa militer Washington tengah menyusun sejumlah skenario serangan baru di kawasan strategis Selat Hormuz.

“Opsi militer yang dipertimbangkan mencakup penargetan kapal serang cepat, aset perang asimetris, fasilitas dwiguna seperti pembangkit listrik dan jembatan, hingga penargetan komandan Korps Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi,” tulis laporan CNN.

Eskalasi tersebut merupakan buntut dari kebuntuan perundingan lanjutan di Islamabad pascaserangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu yang sebelumnya sempat diredam melalui kesepakatan jeda konflik selama dua pekan pada awal bulan April.

“Angkatan Laut AS diinstruksikan untuk menindak tegas tanpa keraguan setiap kapal kecil yang dicurigai memasang ranjau di Selat Hormuz sekaligus meningkatkan operasi penyapuan ranjau hingga tiga kali lipat,” kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Peningkatan operasi angkatan laut yang dibarengi blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran tersebut dilakukan setelah pihak Pentagon melaporkan kepada Kongres bahwa proses pembersihan puluhan ranjau berteknologi GPS berpotensi memakan waktu hingga enam bulan.

“Tuduhan penempatan ranjau tersebut tidak berdasar dan murni merupakan propaganda yang digulirkan di tengah dinamika perbedaan pandangan antara kelompok garis keras dan moderat di internal Iran,” ujar perwakilan pemerintah Iran.

Menyikapi penolakan tersebut sekaligus merespons peluang diplomasi yang dikabarkan masih terbuka dalam beberapa hari ke depan, Washington mempertegas posisinya dengan mengklaim telah menguasai rute distribusi minyak global itu secara mutlak.

“Amerika Serikat kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan tidak ada satu pun kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut kami,” ucap Trump.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Jokowi Tegaskan Sudah Bergabung dengan PSI Sejak Oktober 2025
BANDUNG, PRANUSA.ID — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan kartu…
Tolak Aturan Wajib Militer Baru, 45 Ribu Siswa di Jerman Gelar Aksi Mogok Massal
BERLIN, PRANUSA.ID — Gelombang demonstrasi besar-besaran melanda Jerman setelah lebih…
Bertemu Presiden Pezeshkian di PBB, Sekjen Guterres Desak Penyelesaian Konflik Timur Tengah Lewat Dialog
NEW YORK, PRANUSA.ID — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggelar…
Bantu Pengungsi Palestina, Indonesia Kucurkan Bantuan 1,2 Juta Dolar AS
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah Indonesia menyalurkan kontribusi dana tahunan sebesar…
Presale Tiket Konser Musikaria Adira Festival 2026 Resmi Dibuka, Harga Mulai Rp119 Ribu
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kabar gembira bagi pecinta musik di Makassar!…