
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis disinformasi yang menyebutkan bahwa kas negara saat ini menipis dan hanya tersisa Rp120 triliun dengan menegaskan bahwa kondisi keuangan nasional tetap aman.
“Tidak perlu khawatir soal APBN, kondisinya masih cukup dan terkendali,” ujar Purbaya pada Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun tersebut hanyalah porsi Saldo Anggaran Lebih yang ditempatkan di Bank Indonesia, sementara sisa dana sebesar Rp300 triliun dari total keseluruhan Rp420 triliun telah disalurkan secara bertahap ke perbankan guna menjaga stabilitas likuiditas menjelang periode Lebaran.
“Dana itu tidak hilang, tetap milik pemerintah dan bisa digunakan kapan saja, ini justru langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya merujuk pada penempatan kas negara yang berstatus deposito on call tersebut.
Selain ketersediaan dana cadangan yang fleksibel ditarik sewaktu-waktu, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga akhir Maret 2026 juga mencatatkan rekor positif dengan pendapatan menembus Rp574,9 triliun berkat lonjakan penerimaan pajak hingga 20,7 persen, kendati realisasi belanja ikut naik dengan defisit terkendali di level 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto.
“APBN kita tetap solid dan mampu menjadi shock absorber menghadapi gejolak global,” tegasnya.
Melalui fundamental fiskal yang diklaim kuat tersebut, pemerintah meyakini bahwa ketidakpastian dinamika global saat ini tidak akan mampu menggoyahkan stabilitas keuangan maupun upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Laporan: Hendri | Editor: Arya