
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali angkat bicara mengenai ketertarikannya terhadap wilayah Greenland dalam sebuah pernyataan terbaru, Kamis (22/1/2026).
Meski masih menaruh minat, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer atau paksaan untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut.
Pernyataan ini dilontarkan untuk menepis kekhawatiran internasional mengenai potensi tindakan agresif AS di kawasan Arktik.
“Kami tidak akan menggunakan kekuatan (militer), sama sekali tidak,” tegas Trump kepada awak media.
Presiden AS ke-47 itu menjelaskan bahwa pandangannya terhadap Greenland murni dalam konteks strategis dan ekonomi, layaknya sebuah transaksi properti raksasa.
Ia menyadari bahwa gagasannya tersebut pernah memicu ketegangan diplomatik dengan Denmark pada masa jabatan pertamanya.
“Ini hanyalah sebuah ide konsep real estat yang besar, namun kami menghormati kedaulatan sekutu kami,” tambahnya.
Greenland sendiri menarik perhatian Washington karena posisi geopolitiknya yang vital di Kutub Utara serta kandungan sumber daya alam mineral yang melimpah.
Sebelumnya, pemerintah Denmark dan otoritas lokal Greenland telah berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual, meskipun terbuka untuk kerja sama bisnis.
Laporan: Severinus | Editor: Kristoforus