Ukraina Lancarkan Serangan Drone Berskala Besar ke Moskow

pranusa.id September 21, 2026

Bendera Rusia dan Ukraina. Dokumentasi ilustrasi dari Universitas Airlangga.

JAKARTA, PRANUSA.ID — Ukraina melancarkan serangan drone dan misil berskala besar ke wilayah Moskow dan sekitarnya pada akhir pekan yang bertepatan dengan hari terakhir pemilihan umum parlemen Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi keberhasilan operasi militer jarak jauh tersebut yang menyasar infrastruktur minyak dan logistik vital milik Rusia.

“Serangan jarak jauh kami berdampak sangat signifikan terhadap wilayah Moskow tadi malam,” ujar Zelenskyy melansir Euronews, Senin (21/9/2026).

Zelenskyy menambahkan bahwa gempuran tersebut menargetkan pusat ekonomi militer Rusia demi mendorong penghentian agresi.

“Salah satu fasilitas vital industri minyak dan logistik Rusia juga terkena,” tegas Zelenskyy.

Merespons gempuran tersebut, Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyebut insiden ini sebagai agresi dengan skala terbesar terhadap ibu kota Rusia sepanjang perang berlangsung.

Sobyanin menuding serangan tersebut dirancang untuk menggagalkan agenda pemilu, meski klaim tersebut disampaikan tanpa menyertakan bukti pendukung.

“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan untuk menggagalkan pemilihan umum. Namun, pihak oposisi gagal mencapai tersebut,” tuduh Sobyanin.

Pihak otoritas Rusia mengklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menghalau ribuan ancaman udara yang mengarah ke wilayahnya.

“Sejak kemarin, lebih dari 1,600 drone berhasil dihalau di seluruh garis pertahanan. Sebanyak 450 di antaranya dicegat saat mendekati Moskow,” kata Sobyanin membeberkan klaim angka pencegatan tersebut.

Kendati demikian, Gubernur Moskow Andrey Vorobyov mengonfirmasi bahwa gempuran tersebut merusak kilang minyak, merusak bangunan permukiman, memicu evakuasi 400 warga di Ramenskoye, serta menewaskan tiga orang warga sipil.

Zelenskyy mendesak Moskow segera menghentikan perang dan memprioritaskan perdamaian daripada membangun sistem pertahanan udara berlapis.

“Moskow harus mengakhiri perang dan memilih perdamaian, bukan membangun sistem pertahanan udara berlapis dengan mengorbankan wilayah lain,” pungkas Zelenskyy.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…