10 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia

pranusa.id February 3, 2021

Momen ketika Presiden Jokowi disuntik vaksin corona Sinovac oleh dokter kepresidenan, Rabu (13/1/2021).

PRANUSA.ID — Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Bio Farma, Bambang Heriyanto menyatakan ada sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 10.15 WIB.

“Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 2 Februari 2021, Indonesia telah menerima kembali bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac sebanyak 10 juta dosis dengan tambahan overfill sebanyak 1 juta dosis,” kata Bambang dilansir laman resmi Kominfo.

Ia mengungkapkan, tambahan satu juta dosis overfill itu merupakan ekstra volume yang diberikan oleh perusahaan Sinovac untuk mengantisipasi proses produksi yang nantinya akan dilakukan Bio Farma.

Diketahui, vaksin produksi Sinovac itu yang digunakan Indonesia dalam tahapan awal vaksinasi dan program vaksinasi massal secara gratis kepada 181,5 juta masyarakat Indonesia nantinya.

Di tahap pertama ini, pemerintah memprioritaskan para tenaga kesehatan untuk memperoleh vaksin terlebih dahulu.

Presiden Joko Widodo sendiri telah menerima dua dosis suntikan vaksin tersebut masing-masing pada 13 dan 27 Januari 2021 lalu untuk membuktikan bahwa penggunaan vaksin tersebut telah melalui sejumlah uji klinis dan aman diberikan kepada masyarakat.

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac sebelumnya telah menerima izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin tersebut juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk selanjutnya, bahan baku vaksin tersebut akan diproduksi lebih lanjut oleh Bio Farma menjadi vaksin siap pakai yang juga akan digunakan dalam program vaksinasi massal secara gratis bagi 181,5 juta masyarakat Indonesia.

“Semua bahan baku vaksin ini setelah diolah menjadi produk jadi, terlebih dahulu harus melalui sejumlah rangkaian uji mutu yang ketat yang dilakukan oleh laboratorium Bio Farma dan BPOM untuk memastikan vaksin yang kita hasilkan memenuhi standar kualitas dan mutu yang telah ditetapkan,” jelas Bambang.

Kedatangan 10 juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan yang keempat setelah sebelumnya pemerintah mendatangkan sebanyak 1,2 juta dan 1,8 juta dosis vaksin siap pakai.

Pada kedatangan ketiga, pemerintah juga memperoleh 15 juta dosis bahan baku vaksin yang selanjutnya akan diproses oleh BUMN farmasi Bio Farma.

Penulis: Pss
Editor: Crn

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…