Aktivitas Kelompok LGBT Resahkan Warga Tanjung Pasir

pranusa.id June 27, 2022

Ilustrasi LGBT. (Africa Studio/shutterstock)

PRANUSA.ID– Sejumlah wanita yang berpenampilan menyerupai laki-laki membuat resah warga Tanjung Pasir Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

Warga menduga para perempuan ini masuk dalam kelompok lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Adanya dugaan fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), membuat warga Tanjung Pasir melangsungkan pertemuan guna membahas penindakan terhadap kelompok LGBT yang dianggap semakin melampaui batas.

Kemarahan warga tidak terlepas dari banyaknya korban yang terjadi sejak tahun 2017. Saat dikonfirmasi, perwakilan masyarakat Tanjung Pasir, Solihin Effendhi menerangkan pihaknya sudah muak menolerir LGBT yang semakin meresahkan lantaran merusak beberapa rumah tangga warga. Hal itu karena LGBT kerap beraksi menggoda istri warga dan akhirnya memperdaya wanita dan menambah jumlah LGBTdi kawasan tersebut.

“Kami resah karena LGBT di Tanjung Pasir sudah melalang buana di lingkungan kami. Sudah banyak kejadian istri maupun anak warga yang dirusak LGBT ini. Fenomena LGBT di sini ada kelompok wanita Lesbi yang sering menggoda istri dan anak warga,” ujarnya, Jumat (24/6/2022).

Kejadian pertama, ada seorang perempuan berpenampilan pria membawa lari istri orang pada tahun 2017.

Hingga 2022 ini sudah ada lebih dari 10 orang yang mengalami kejadian yang sama.

“Warga kami punya anak dan suami dibawa lari tomboi pas tengah malam. Ada juga yang sedang kondisi hamil dibawa lari tomboi juga. Begitu pisah dengan tomboi, suaminya sudah tidak mau. Sekarang kasihan tidak ada yang mengurus,” ungkapnya.

Bukannya tanpa upaya, beberapa tahun lalu warga sudah melaporkan hal ini ke pihak kelurahan setempat. Namun, peneguran tidak dapat menyurutkan aktivitas LGBT di lingkungan tersebut. Bahkan pihaknya menyebut sebelumnya, LGBT sudah diusir secara paksa dari Tanjung Batu sehingga LGBT yang terusir pindah dan berkumpul di Tanjung Pasir.

“Di sini menyebar di empat RT. Mereka juga terang-terangan menunjukan perilakunya di depan umum. Sejujurnya sejak 2017 kami sangat resah dengan kejadian ini, kesabaran kami sudah habis. Kami meminta pemerintah untuk turun tangan sebelum warga mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.

Laporan: Severinus T.H.D

Editor: Bagas R

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Jusuf Kalla Sebut Tokoh dari Luar Jawa Masih Sulit Terpilih Jadi Presiden Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12…
Buntut Polemik Sepatu Rp799 Ribu, Mensos Gus Ipul Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab…
Rupiah Terpuruk ke Rp17.517 per Dolar AS, PPI Amerika Serikat Tembus 6 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami depresiasi terhadap…
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tetap Berstatus Ibu Kota Hingga Keppres IKN Diterbitkan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan…
Kejar Target Beroperasi Juli 2026, Pemerintah Siapkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih di Seluruh Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sekitar…