Ambisi Jokowi Tercapai: Ekonomi di Kuartal II Tercatat Meroket Hingga 7,07%

pranusa.id August 6, 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PRANUSA.ID– Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan target yang cukup ambisius. Ia sangat ingin agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 bisa tumbuh di atas 7%.

“Kita harus bisa meningkatkan, menaikkan (pertumbuhan ekonomi) paling tidak di atas 7% di kuartal kedua. Begitu di kuartal II bisa mencapai angka yang tadi saya sampaikan, kuartal berikutnya akan menjadi lebih mudah,” kata Jokowi kala itu, dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Hingga waktu pengumuman tiba, Badan Pusat Statistik melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021. Tak disangka, berdasarkan laporan BPS, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 mencapai angka sebesar 7,07 % secara year on year (YoY). Dengan kata lain, target Jokowi terpenuhi.

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 ini bahkan lebih besar dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2021 yang hanya sebesar 0,74% YoY.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, capaian ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 17 tahun yang lalu.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 tertinggi sejak triwulan IV tahun 2004 yang saat itu PDB Indonesia tumbuh 7,16 persen,” kata Margo dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Dengan pencapaian tersebut, ekonomi Indonesia yang dalam beberapa kuartal terakhir minus berhasil kembali ke zona positif sehingga keluar dari resesi.

Penyebab Meroket

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan ekonomi RI bisa tumbuh meroket di Kuartal II 2021 hingga mencapai 7,07%. Menurut dia pertumbuhan ekonomi tersebut menjukkan bahwa seluruh lini mesin pertumbuhan sudah mulai bergerak.

“Ini artinya pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan, sekarang seluruh mesin pertumbuhan sudah mulai berkontribusi dan mulai aktif untuk mendukung pertumbuhan,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (5/8/2021).

Dia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga tumbuh 5,59% dan investasi mengalami peningkatan sebesar 7,5%. Tidak hanya itu, ekspor juga mengalami peningkatan semenjak triwulan I 2021 sudah mulai masuk ke zona positif meningkat sebesar 7%, dan triwulan II tumbuh 31,8%.

Demikian juga dengan aktivitas impor pada di triwulan I sudah positif tumbuh 5,5% dan momentumnya makin terakselerasi dan menguat di triwulan II tumbuh di angka 31,2%.

Hal itu menunjukkan seluruh sektor mulai bergerak dan sebagian adalah karena kebijakan dari pemerintah yang terus melakukan intervensi dari sisi demand dan supply.

“Jadi arah triwulan II menunjukkan arah pemulihan sudah benar, strategi pemulihan sudah benar dan mulai menghasilkan dampak atau hasilnya,” pungkasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…