Andai Jokowi Ambil Kebijakan Lockdown Sejak Awal

pranusa.id September 13, 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PRANUSA.ID- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 saat ini tidak akan terjadi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak awal pandemi mengambil kebijakan lockdown.

Menurutnya, penerapan lockdown di tengah angka kasus yang sudah semakin tinggi hanya akan membuat kehidupan masyarakat kian kompleks.

“Kalau saja enam bulan lalu, lima bulan lalu, atau tiga bulan pertama serempak presiden sampaikan nomor satu kesehatan, kita lockdown semua, luar biasa itu,” kata Bima dalam diskusi bertajuk PSBB Lagi?, Sabtu (12/9).

Bima menilai, ketika sekarang dilakukan lockdown, maka harus ada perhitungan matang untuk membantu ekonomi rakyat.

“Data ekonomi di bawah sangat mengerikan,” jelasnya.

Atas dasar itu, Bima beranggapan pemerintah melewatkan momen emas untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Jika pemutusan dilakukan ketika wabah baru masuk, maka prosesnya tidak serumit ketika sudah semasif sekarang.

“Menurut saya begitu, tapi better late than never, artinya sekarang yang diperlukan adalah kewenangan protokol kesehatan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, sejak awal Covid-19 terdeteksi masuk ke Indonesia, dia mengaku sudah meminta Kementerian Perhubungan untuk menutup bandara dari penerbangan internasional khususnya Tiongkok.

Namun, usulan tersebut ditolak, dengan alasan 40 persen turis yang datang berasal dari Tiongkok.

“Betul kata Pak Wali Kota (Bima Arya) tadi. Dulu itu saya setengah mati lockdown, sampai hari inipun mazhab saya masih lockdown,” tambahnya.

Menurut Agus, akan sulit melakukan tracing dan pengujian apabila tida dilakukan lockdown. Sebab, pergerakan orang akan terus terjadi.

“Lalu bagaimana, biaya sudah dikeluarkan sangat besar dan hampir tidak bisa membereskan ini, kemudian tenaga juga sudah habis-habisan, akhirnya orang berargumentasi,” pungkasnya.

Sumber : (Radar Bogor)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…